Kemenkum dan HAM Minta DPR Setujui Kenaikan Biaya Kesehatan Napi

Jakarta, Sumbawanews.com. – Demi kemanusian serta meningkatkan pelayanan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM berjanji akan meningkatkan anggaran kesehatanan para Narapidana. Kini Pihaknya tengah mengupayakan hal itu dengan membahas bersama DPR.

"Ya ditingkatkan. Ditingkatkan, kita akan tingkatkan, kita sedang bicara dengan DPR," ujar Wakil Kemenkumham Denny Indrayana, di Kantor Kemenhum dan HAM Jakarta, Selasa (21/05/13).

Denny berjanji anggaran kesehatan Napi tidak akan Rp 1.000 per hari lagi. Namun, saat ditanya berapa besaran anggaran yang ditingkatkan, Denny enggan menjawab.

"Angkanya yang paling ngerti teman-teman di dirjen pemasyarakatan. Tentu saja itungan biaya kesehatan ya, standarnya saja. Maksimal yang bisa dari anggaran kita," tutupnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham mengakui anggaran alokasi kesehatan untuk narapidana hanya Rp.1000/hari. Pihaknya mengatakan memang kurang memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi nara pidana.

Anggaran kesehatan Napi Diatur didalam PP no 31 tahun 1999 tentang perawatan tahanan. Namun, negara memiliki keterbatasan, besaran anggaran kesehatan napi itu seribu per hari yaitu untuk lapas rutan.

"Jadi anggaran saat ini di lapas rutan itu untuk setiap penghuninya seribu per hari dan itu memang anggaran itu untuk pertolongan pertama saja," ujar Humas Ditjen Pas Akbar Hadi, beberapa waktu lalu.

 

Lanjut, Akbar saat ini jumlah Napi diseluruh indonesia terhitung hingga Mei 2013 sebanyak 158.812 orang, dari seluruh Lapas di seluruh Indonesia, dan kesemuanya Lapas telah over kapasitas. Maka demi menjaga kesehatan Para Narapidana sesuai dengan PP 58/1999, SYARAT-SYARAT DAN TATA CARA PELAKSANAAN WEWENANG,TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PERAWATAN TAHANAN  pada  Pasal 21, yang bunyinya

 

(1) Setiap tahanan berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, jelas Akbar. (Erwin Siregar)

 

Kategori: