HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Kejaksaan RI dan Kejaksaan Malaysia Tandatangani MoU Terkait Penanganan TKI

Jakarta, Sumbawanews.com.- Kejaksan Republik Indonesia dan Kejaksan Malaysia, Senin (2/4) ini tepat pukul 13.00 wib dilakukan penandatanganan  Perjanjian Kerjasama di Bidang Hukum.

 
Juru Bicara Satgas TKI, Humphrey Djemat menyatakan perjanjian Kerjasama tersebut di tandatangani oleh Jaksa Agung R.I. Basrief Arief dan Jaksa Agung Malaysia, Tan Sri Abdul Gani Patail. 
 
Acara tersebut dihadiri pula oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto yang menjadi saksi atas penandatanganan tersebut, Dubes Malaysia di Indonesia, Menteri Hukum & Ham, Kapolri, Ketua Satgas TKI, Maftuh Basyuni, dan wakil-wakilnya, Bambang Hendarso Danuri, Muchtar Arifin serta segenap jajaran Jaksa Agung Muda.
 
MOU yang ditandatangani tersebut tujuannya untuk mempromosikan dan mengembangkan kerjasama hukum yang saling menguntungkan bagi kedua Negara, berdasarkan rasa saling menghormati dan timbal balik. Adapun kerjasamanya meliputi antara lain saling bertukar kunjungan antara Penegak Hukum dalam rangka berpartisipasi dalam program pelatihan-pelatihan yang telah disetujui bersama.
 
"Kerjasama diantara kedua Kejaksaan tersebut meliputi pula pemberitahuan mengenai WNI yang terancam hukuman mati pada saat dakwaan atau tuntutannya telah menjadi kewenangan pihak Kejaksaan."
 
Sebagaimana diketahui saat ini masih ada 149 WNI/TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia. Kerjasama tersebut akan sangat membantu untuk meringankan mereka.
 
Satgas TKI dipimpin oleh Bambang Hendarso, telah melakukan pendekatan secara efektif di Malaysia sehingga kerjasama di antara Penegak Hukum di kedua Negara tersebut telah berjalan menjadi lebih baik.
 
"Dalam waktu dekat ini akan diumumkan mengenai pengampunan sejumlah WNI/TKI yang terlepas dari hukuman mati di Malaysia." pungkasnya. (sn01)
 
 
 
 
Kategori: