HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Kasus Ijazah Palsu, Lima Saksi Dihadirkan di Persidangan

Sumbawa Besar, Sumbawanews.com.- Sidang kasus ijazah palsu yang melibatkan terdakwa Hendra Yunansyah, Kamis (26/4) di Pengadilan Negeri Sumbawa Besar memasuki persidangan ketiga. Sidang dengan agenda pemeriksaan para saksi itu, dipimpin Ketua Majelis Hakim, M Yuliadi SH.  Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum, AA Gde Putra SH mengajukan 5 saksi untuk diperiksa, antara lain Rektor Universitas Samawa (Unsa), Prof.DR. Syaifuddin Iskandar, M.Pd, serta 4 dosen Unsa, masing-masing Drs  Ahmad Syaichu, Syarif Dahlan,S.H,  Ardiansyah, S.Ip, dan A Rahman S Ag. Sementara terdakwa didampingi penaehat hukumnya, Kamil Taqwim SH.

Salah seorang saksi, Ahmad Syaichu di depan persidangan menjelaskan bahwa dirinya semula tidak tahu menahu tentang adanya kasus ini. Namun setelah dilakukan proses pendataan jumlah alumni Unsa, muncul dugaan adanya ijazah palsu. Karena dari jumlah alumni yang ada, beberapa diantarannya tidak tercatat dalam data alumni Unsa. Hal inilah yang kemudian mendorong untuk dibentuknya tim yang diberi tugas untuk menelusuri dugaan adanya ijazah palsu yang  diduga diterbitkan Unsa.

Ketika ditanya  Majelis Hakim tetang keabsahan tanda tangan di dalam ijazah tersebut, Syaichu merasa yakin bahwa tanda tangan rektor dan dekan dalam ijazah tersebut dipalsukan. (SNY)

 

 

Kategori: