|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Selasa, 19 Agustus 2008 18:05 |
Bingung.....dan memang bingung. Konon katanya kita merdeka sudah melebihi setengah abad tepatnya bertengker pada angka 63 tahun. Bahkan lebih bingungnya lagi tatkala orang yag sudah berumur diatas 63 tahun bertambah bingung akan masa depan anak cucu mereka.
Sangat wajar kemerdekaan diusia 63 tahun ini belum sepenuhnya mendekati kemerdekaan hakiki yang sebenarnya, generasi mendatang jauh lebih sulit menghadapi tantangan hidup dibandingkan dengan generasi yang hidup diawal kemerdekaan bahkan semasa jaman penjajahan dulu.
Untuk mencari sesuap nasi begitu sulitnya, lebih ironisnya lagi banyak orang tua yang mengambil jalan pintas dalam mengakhiri penderitaan keluarganya dalam bentuk "bunuh diri massal".
Siapa yang disalahkan, korupsi telah merengut kebebasan yang bernama kemerdekaan, bahkan kehidupan sekarang jauh lebih rumit dan penuh dengan resiko.
Kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan , baru semangat seremonialnya yang dominan dibandikan dengan mengamalkan isi dari kemerdekaan tersebut.
Tragedisnya lagi, rakyat ibaratnya terengut kemerdekaannya karena ulah dari oknum pemerintahan itu sendiri. Sudah tentu rakyat berucap kami akan lebih merdekah jika tidak ada pemerintahan.
Itukah yang kita inginkan, sudah tentu tidak. Yang diperlukan adalah kesadaran untuk memulai perubahan dari diri sendiri, bukan menjual nama rakyat untuk merebut kuasa demi pundi-pundi golongan dan pribadi.(arh)|
Written by
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
on 2008-08-22 18:40:31 merdeka berarti tak ada lagi kungkungan derita yang rakyat rasakan merdeka berarti tak ada rakyat yang makan nasi aking sedang pemimpin sibuk menumpuk uang panas merdeka berarti kita hidup adil dan sejahtera | |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 20 Agustus 2008 09:15 )
|