Jutaan umat muslim merayakan kemenangan akbar pada Minggu 20 September 2009, dalam kalender islam hari kemenangan tersebut disebut 1 Syawal.
Lebaran merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim bahkan umat lainnya, karena saat lebaran ini pintu silaturahhim terbuka lebar. Masyarakat yang berada di kota mudik kempung halamannya masing-maing, tidak peduli sulit dan mahalnya biaya angkutan semua berupaya untuk bertemu sanak keluarga.
saat lebaran, ucapan selamat dan permohonan maaf begitu semarak. Dizaman tekhnologi seluler kali ini, ucapan selamat lebaran menggantikan kartu lebaran yang telah dianggap usang karena dianggap tidak praktis.
Lebaran dianggap sebegai kemenangan untuk melepaskan diri selama sebulan penuh. Disaat bulan puasan tiba segala hawa nafsu terkekang, perilaku negatif terkurang. Inilah makna yang salah terhadap lebaran.
Perilaku positif harusnya tetap terpelihara meskipun berada di luar bulan suci Ramadhan. Ramadhan selayaknya dijadikan bulan untuk meningkatkan ibadah selanjutnya bulan selanjutnya ibadah tersebut tetap dipertahankan.
Salah kaprahnya masyarakat setelah lepas dari lebaran membuat bangsa ini kembali terpuruk, korupsi kembali merajalela, rampok kembali mengganas. Dibulan Ramadhan seolah-olah perbuatan negatif terhenti karena ada keyakinan Syaitan dibelenggu pada saat itu.
Lebaran, seharusnya tidak diartikan sebagai kebebasan, lebaran selayaknya ditempatkan sebagai kilas balik untuk memulai yang baru bersifat poitif. Setidaknya kemudahan untuk memberi maaf dan meminta maaf adalah titik awal untuk berbuat positif, mengapa perbuatan positif lainnya tidak bisa dipertahankan?
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























maha Besar Allah dengan kekuasaan-Nya
Kepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Za...
Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...