Suka cita menyambut datangnya tahun 2010 terjadi dimana-mana namun diakhir penghujung tahun 2009 lalu, bangsa Indonesia ditinggalkan oleh salah seorang tokoh bangsa “Gusdur”. Memang tidak afdol memasuki tahun baru, jika peranan juru ramal tidak dilibatkan. Lihat saja beberapa stasiun TV menyiarkan prediksi beberapa jurul ramal tentang kejadian yang akan terjadi dalam tahun 2010. Kesimpulannya pada tahun 2010 ini Indonesia mengalami ketidakpastian dan bencana terjadi dimana-mana. Jika mengikuti arah yang diisyaratkan juru ramal maka bisa jadi ramalan tersebut benar, namun menampik apa yang dikatakan juru ramal juga akan membantah kejadian akan terjadi.
Kejadian masa depan, akan bisa terakumulasi dari pikiran kolektif yang ada saat ini, jika saja pikiran kolektif masyarakat Indonesia menyatakan ekonomi Indonesia akan terpuruk pada tahun 2010 maka dipastikan ekonomi terpuruk. Sebaliknya jika pikiran kolektif bangsa ini mendeklarasikan sikap optimismw untuk bangkit dan lebih baik dari tahun sebelumnya maka kebangkitan pun akan bangkit. Logika berpikir positif inilah yang seharus di publikasikan agar terbentuk pikiran kolektif untuk berpikir positif yang bisa menjadikan bangsa Indonesia lebih baik lagi dari tahun –tahun sebelumya.
Pada tataran lokal khususnya NTB, beberapa daerah akan melaksanakan PILKADA serentak pada bulan Juni 2010 nanti. Pikiran kolektif masyarakat bisa dibentuk dengan sikap optimisme jika saja kontestan bertarung mampu mengalirkan aura positif tersebut kepada masyarakat luas. Peranan dan kontribusi masyarakat luas janganlah dianggap sepele dalam pembangunan suatu daerah. Tempatkan mereka sebagai pemilik daerah, ajak mereka untuk memikirkan kemajuan daerah maka pikiran kolektif yang positif akan terbangun dengan sendirinya.
Pilihan untuk menempatkan masyarakat akan rasa memiliki menjadi pilihan penting untuk melibatkan masyarakat secara massif dalam sebuah rencana perubahan. Kontribusi kecil dari masyarakat merupakan pintu masuk untuk memberikan kontribusi besar. Semuanya berawal dari sebuah pendekatan rasa memiliki.
Banyak daerah di Indonesia yang sudah membuktikan peranan masyarakat jauh lebih dahsyat dibandingkan jika suatu program hanya dikerjakan oleh pemerintah semata. Masyarakat Sumbawa pada dasarnya memiliki sikap dasar untuk membangun daerah secara kolektif. Namun karena terbatasnya ruang ekspresi maka kekuatan tersebut tidak pernah tersalurkan untuk kemajuan Sumbawa. Kita bisa mengambil contoh pada tradisi Basiru yang merupakan sikap dasar masyarakat Sumbawa dalam bergotong royong. Jika saja Tradisi ini bisa diangkat dan dijadikan sebagai sebuah kekuatan pembangunan maka tidak ada lagi keluhan Sumbawa menjadi daerah tertinggal dan termiskin di Indonesia.
Puluhan tahun tradisi positif yang selama ini diamalkan oleh masyarakat mulai ditinggalkan, hal ini bermula dari komitmen penguasa yang tidak menjalankan tradisi tersebut. Masyarakat Sumbawa juga dikenal sebagai masyarakat paternalistic yang akan meniru perilaku para penguasa. Perilaku yang salah dari penguasa akan dijadikan pembenaran jika masyarakat menerapkan perilaku yang sama, sehingga timbul ungkapan “Dia saja melakukan, kenapa kita tidak.”
Jika saja dalam Pilkada 2010, masyarakat tidak merasa memiliki pengaruh dalam kebijakan penguasa, nisacaya pilihan mereka akan jatuh pada kontestan yang salah. Inilah tugas para cendikia, tokoh masyarakat, alim ulama, budayawan untuk menyampaikan apa adanya kepada masyarakat tentang figure-figur yang akan bertanding. Menyampaikan bukan berarti memihak, menyampaikan adalah memberi ruang kepada masyarakat untuk bisa memilah mana yang terbaik. Ibaratnya masyarakat tidak lagi disodorkan untuk memilih kucing dalam karung. Pilkada merupakan ajang pertarungan untuk menentukan masa depan suatu daerah untuk lima tahun mendatang.
Hindarilah, pikiran juru ramal yang menyatakan daerah kita akan terpuruk pada tahun 2010 nanti. Setidaknya pikiran positif yang diungkapkan secara kolektif oleh masyarakat akan menjadi sebuah do’a yang bisa meruntuhkan tembok yang kokoh.
Selamat berpikir positif untuk perubahan 2010.
Jakarta, 5 Januari 2010
Arif Hidayat
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...