HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Dongkrak Perolehan Suara Di NTB, PDIP Jual Jokowi Dan Rachmat Hidayat

Alas, Sumbawanews.com. - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Presiden. Kini nama Jokowi dielukan pada masa kampanye calon anggota DPRD dapil IV Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ditemui seusai kampanye di Alas pada Selasa (24/3/2014), Sekjen PDIP Kab. Sumbawa, L. Budi Suryata mengatakan, PDIP merupakan partai yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

Alasan untuk memilih PDIP, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM)  yang telah teruji melalaui track record memilih kader yang telah teruji untuk memilih kader yang lebih fresh dan muda guna memenangkan pertarungan di pusat guna merebut kepemimpinan nasional.

Untuk mencapai tujuan itu, PDIP mengangkat kerangka berfikir dengan mengangkat ruh perjuangan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila seperti dilakukan Guberbur DKI, juga capres PDIP, Joko Widodo (Jokowi).

Dukungan PDIP untuk pusat sebut Budi, merupakan harga mati. Untuk NTB, calon nomor urut 1 daerah pemilihan Provinsi NTB, Rachmat Hidayat dipatok sebagai calon harga mati untuk jabatan anggota DPR RI pada pemilu 9 April akan datang.

Bahkan jika nama Rachmat Hidayat tidak dipilih oleh pemilih PDIP yang memilih di tingkat Kabupaten/Kota di NTB, ia menganggap tidak ada artinya dukungan ditingkat Kabupaten/Kota dan Privinsi di NTB.

Dalam visi misi memperjuangkan kepentingan rakyat, PDIP selalu  konsisten menjalankan UUD  1945 dan Pancasila sebagai ruh dalam berjuang untuk mencapai tujuan bernegara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia dan melindungi  seluruh tumpah darah Indonesia serta mewujudkan keadilan sosial bagi selururh rakyat indonesia.

"Ini yang belum kita rasakan begitu," kata Budi, juga anggota DPRD Kab. Sumbawa.

Banyaknya persoalan bangsa seperti kasus korupsi yang merajalela, impor hasil pertanian merupakan potret negara 'gila ganta' sebut Budi.

Ia menyebut Indonesia belum berdaulat dibidang politik dan belum mandiri di bidang ekonomi. Karena itu, Jokowi adalah pemimpin yang diklaim PDIP yang dapat menjawab tantangan Indinesia saat ini. (Zainuddin).

 

Kategori: