Kota Bima, Sumbawanews.com.-
Masih banyak warga miskin Kota Bima yang belum tercakup dalam daftar penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Padahal, biaya pengobatan saat ini semakin meningkat.
Warga Jatibaru, Suharni, mengaku belum pernah terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah, meski tinggal pada rumah yang terbuat dari bambu dengan ukuran 2,5 x 4 meter. Disamping itu, keadaan ekonomi yang serba pas-pasan.
Untuk memenuhi kebutuhannya, hanya mengandalkan penghasilan suami sebagai tukang batu Rp30 ribu/hari. “Itu pun sekali-sekali saja,” ujar Suharni, Kamis (16/10) di Jatibaru.
Diceritakannya, penyakit aneh yang menimpanya menyebabkannya sering pingsan berjam-jam, suami tidak memiliki penghasilan lain sehingga terpaksa mengobati dengan berbagai macam ramuan yang diambilnya di pegunungan belakang rumah.
Jika keadaan semakin memburuk, dia hanya mampu menghadirkan dukun di rumahnya, yang bisa diupah dengan gula setengah kilogram. “Jika ke dokter, kami tidak punya uang,” ujarnya.
Dia berharap kepada pemerintah, dapat mencatat secara jeli warga mana yang seharusnya pantas untuk menerima kartu Jamkesmas. Jika dibandingkan dengan tetangga yang lain, dia merasa lebih pantas menerima kartu tersebut. “Tetapi, pemerintah buta, tidak bisa melihat kebenaran, yang penting keluarga,” katanya.
Karena itu program nasional, dia berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dapat mengeluarkan kebijakan baru berkaitan dengan banyaknya warga miskin yang belum terdata. Setidaknya, ada pendataan ulang agar dapat memverifikasi seketat mungkin data yang disajikan oleh pihak kelurahan.
Kenyataan banyaknya masyarakat miskin, namun belum terdata menyebabkan protes terjadi di mana-mana. Lalu, langkah apa yang dilakukan oleh Pemkot Bima?
Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Drs Is Fahmin, mengakui jumlah masyarakat miskin Kota Bima yang belum terdata sebanyak 6 ribu Kepala Keluarga (KK). Untuk itu, Pemkot akan menerapkan pola pembagian (sharing) dana dengan Pemprov NTB. “Pasti ada solusinya, sekarang sedang dipikirkan,” ujar Is Fahmin.
Tahun 2009 nanti diharapkan warga miskin sudah mendapatkan hak yang sama. Terutama program utama Gubernur NTB sekarang dititikberatkan pada bidang kesehatan dan pendidikan. Dia harap masyarakat yang belum terdata, bersabar dahulu untuk sementara waktu. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...