Heri Purnomo—warga setempat kepada wartawan koran ini kemarin mengakui, banjir ROB itu terjadi hampir setiap bulan, terutama saat purnama.
Banjir tersebut, lanjut dia, kerap menggenangi rumah ratusan KK terutama di dusun Ijuk Bawah. Akibat luapan pasang air laut setinggi lutut orang dewasa itu, membuat aktifitas warga setempat terganggu.
“Belum lagi dari sisi kesehatan, warga khawatir terjangkit penyakit karena sampah yang dibawa banjir ROB berserakan di pemukiman,” ujarnya.
Bukan hanya itu, kata Heri, banjir ROB itu dikhawatirkan akan merusak infrastruktur yang ada, termasuk rumah warga yang kerap digenangi air laut.
Karenanya, ia sangat berharap kepada Pemkab Sumbawa untuk menyikapi penderitaan warga disepanjang pantai tersebut. Paling tidak, dengan menganggarkan pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang kurang lebih 1 Km pada tahun 2009 ini.
“Kami sangat berharap kepada pemda untuk segera meringankan penderitaan warga yang terkena dampak banjir ROB ini,” tukasnya.(YK)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















perang ue
Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...