Pascamencuatnya keluhan warga Jatibaru atas pengurangan jatah beras untuk masyarakat miskin (Raskin), Perum Bulog Sub-Divre II Bima akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Jatibaru tentang penyaluran Raskin. Hal itu dikatakan Perum Bulog Sub-Divre II Bima, Raswan Setiawan, kemarin. Dikatakan dia, sesuai mekanismenya, penyaluran Raskin berdasarkan Rumah Tangga Miskin (RTM) dari hasil pendataan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penyalurannya merujuk data RTM, tetapi bisa saja berubah jika ada kebijakan bersama pihak kelurahan bersama masyarakat. Artinya ada kesepakatan dan diterima masyarakat.
Dijelaskannya, perubahan bisa terjadi karena RTM merujuk hasil pendataan tahun 2005 lalu, sedangkan saat ini jumlah RTM berubah. Variasi kuota Raskin tidak hanya terjadi di Kota Bima, namun, juga terjadi di beberapa kota lain di Indonesia. Karena penyalurannya merata, sehingga otomatis mengurangi jatah Raskin untuk setiap Kepala Keluarga (KK). “Persoalan ini tidak hanya terjadi di sini, hampir semua daerah,” katanya.
Hanya saja, katanya, dalam menentukan perubahan kuota harus disepakati semua pihak, termasuk masyarakat, agar tidak muncul protes. Harga Raskin dari Bulog ditetapkan Rp1.600/kg. Namun, dapat saja berubah atas beberapa pertimbangan dari pihak kelurahan atau tingkat RT sebagai penyalur Raskin kepada warga.
Tetapi, ingatnya, variasi harga itu tidak boleh jauh dari dengan harga dari Bulog. “Kita hanya menyalurkan Raskin hingga ke kelurahan, setelah itu kita tidak mencampurinya,” ujarnya di Perum Bulog Sub-Divre II Bima, Senin (25/8).
Menurutnya, salah satu penyebab timbul protes masyarakat saat Raskin, karena jumlah Raskin terbatas, sedangkan yang membutuhkannya banyak. Dalam waktu dekatm Bulog akan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang Raskin.
Jatibaru merupakan kelurahan dengan jumlah RTM penerima Raskin terbanyak, sebanyak 835 RTM dengan jatah Raskin lebih dari 16 ton. RTM terendah di Kelurahan Panggi, hanya 72 RTM, atau setiap bulan mendapat jatah 1.440 kg. Total Raskin yang disalurkan untuk seluruh kelurahan setiap bulan sebanyak 93.440 kg.
Raswan pesimis, up date data yang direncanakan akan dilakukan BPS pada September mendatang akan menghasilkan penyaluran Raskin yang lebih tepat sasaran. Pasalnya, saat kini RTM cenderung berubah.
Mengenai stok beras menjelang bulan suci Ramadan, diperkirakan stabil mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bima. (BE.10)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






















wah ternyata university malaya pering...
wah ternyata university malaya pering...
Saudaraku, apakah KSB ini bisa maju k...
Dari kelakuan yang seperti itu keliha...
Kalau Andi Azisi menang saya khawatir...