Meningkatkan produktifitas pertanian Sumbawa Barat, PT.Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), LP3SB, SPNSB, LPN yang didukung oleh BP2KSB menggelar lokakarya penyegaran pola tanam System Rice Intensification (SRI) yang bertempat Aula Hotel Mega Arafah Sekongkang, Rabu (17/2) lalu.
Kegiatan yang direncanakan selama tiga hari sejak tanggal 17 – 19 Februari 2010 diikuti oleh seluruh petani penyuluh pertanian yang ada di lingkar tambang PT.NNT (Jereweh, Maluk dan Sekongkang) dengan pembicara yang sudah berpengalaman. Dari beberapa totor yang siap membeikan materi terdapat salah seorang tutor dari departemen pertanian pusat A.Khalik juga ambil bagian dalam kegiatan ini.
Manager Senior Eksternal Rellation PT NNT, Arief Perdanakusuma dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan produktifitas pertanian yang ada di KSB, khususnya Lingkar tambang. Dirinya (Arief,red) berharap kedepan, keberadaan aktifitas pertanian di lingkar tambang akan mampu menjadi lumbung padi di Sumbawa Barat khususnya dan juga NTB umumnya.
Arief juga membeberkan beberapa program pendukung yang tertuang dalam program pengembangan masyarakat oleh PT.NNT yang telah dilaksanakan, seperti halnya dengan fasilitasi infrastruktur berupa 6 (Enam) paket proyek pengairan di 3 (tiga) kecamatan pada daerah lingkar tambang (Sekongkang, Maluk dan Jereweh,red) serta pembangunan bendungan Tamurus. “ Alhamdulillah dari bendungan tersebut sudah mampu mengairi 120 ha lahan pertanian,” ungkap Arief.
Lebih lanjut Arief menjelaskan, melalui program pengembangan program SRI di areal lingkar tambang, telah mampu meningkatkan hasil pertanian dari 3 ton per hektar menjadi 5 sampai 6 ton per hektar. “ Dengan pola tanam SRI ini penghasilan petani menjadi meningkat yang dulunya hanya 3 ton/ha kini mencapai 5-6 ton/ha,” sebutnya.
Sementara itu Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli SH.MM dalam sambutannya memberikan apresiasi yang bagus kepada kelompok yang telah dibentuk dengan nama Penyuluh Pertanian Lapangan Swadaya (PPLS) yang merupakan amanat dari UU nomor 16 tahun 2008 tentang penyuluh. “Ini sangat luar biasa karena hanya Kabupaten Sumbawa Barat yang sudah menjalankan amanat dari Undang-undang 16 ini,” sebutnya.
Zulkifli juga mengatakan meskipun daerah lingkar tambang, kita tidak boleh meninggalkan atau mengabaikan pertanian karena masyarakat yang ada di lingkar tambang tersebut rata – rata bermata pencaharian dibidang pertanian.” Walaupun daerah tersebut adalah daerah pertambangan, tetapi mata pencaharian masyarakat lebih dominant pertanian. Pertambangan itu sifatnya hanya sementara dan tidak bisa bertahan lama serta suatu saat akan habis,” pungkas Zulkifli.
Zulkifli juga berharap dari pertambangan emas yang ada kedepannya, emas yang ada di perut bumi tersebut akan pindah ke otak masyarakat Sumbawa Barat. Emas nanti bisa berupa apa saja, bisa dalam bentuk emas betulan, dan juga dalam bentuk kegiatan perekonomian lainnya yang dapat memberikan manfaat yang lebih dalam aktifitas perekonomian di Sumbawa Barat.
Untuk mendukung program pembangunan di wilayah lingkar tambang, tahun 2010 Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar 11 milyar untuk pengaspalan jalan raya Benete – Sekongkang melalui jalur bawah, dan jalan menuju ke Tongo. Pembangunan ini tidak lepas dari upaya Pemerintah untuk mempermudah akses bagi masyarakat, terutama akses bagi para petani untuk memasarkan hasil pertaniannya.
“ Dengan adanya akses jalan raya, maka para petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil pertaniannya. Kita berharap produktifitas pertanian mampu menjadi penopang yang kokoh bagi perekonomian masyarakat pasca tambang nanti,” harap Zulkifli. Sn-03
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















pilkada merupakan suatu yg riskan t...
dalam menang kalah dalam politik pil...
Dasar Rumah Sakit Goblok
Semoga ALLAH Memberikan HIDAYAHNYA ke...