Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Tak Terima BLT lagi, Warga Langgudu Protes

Tak Terima BLT lagi, Warga Langgudu Protes

E-mail Cetak PDF
Bima, Sumbawanews.com.-
 Pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) terbagi rata di wilayah Kabupaten Bima. Namun, ada warga yang mengaku tidak menerima dana itu lagi, padahal periode sebelumnya menerimanya.
   Sebelumnya, Kepala PT Posindo Bima beberapa waktu lalu mengaku sekitar 200 warga miskin Kabupaten Bima telah dicoret namanya sebagai penerima BLT. Di Kecamatan Langudu, misalnya, seorang warga mengaku karena berbeda bendera politik dengan oknum aparat desa, tidak didaftar lagi sebagai penerima BLT saat pendataan beberapa waktu lalu.
 Salah satunya M Yunus, warga Desa Rupe. Dia mengaku sebelumnya tetap menerima BLT, namun tahun ini tidak diberikan kupon.  Hal ini terjadi karena berbeda bendera politik dengan aparat desa, sehingga namanya dicoret dari penerima BLT.
   Hal yang diherankannya, tetangganya Jairin, yang semula tidak menerima BLT pada tahun ini bisa mendapatkannya. Padahal, kehidupan Jairin jauh lebih mapan dibanding dengannya.
   Yunus mengaku hanya buruh tani yang hidup menumpang di rumah mertua, sementara yang menggantikannya itu berekonomi mapan, memiliki tanah untuk dikelola, sepeda motor, traktor, dan rumah sendiri. “Pokoknya tidak pantas untuk menerima BLT,” ujar  Yunus melalui saluran telepon, Rabu (6/5).
 Katanya, awalnya tidak menyangka, karena perbedaan partai  akan berdampak pada terpangkasnya sumber uang rutin yang selalu ditunggunya itu. Menurutnya, tidak ada alasan lain bagi pemerintah desa mencoret namanya.
   Dia berharap kepada pemerintah agar bersikap adil, karena baginya dana BLT itu sangat bermanfaat. Dia rela namanya tidak terdaftar, bila rekan-rekannya yang lain yang hidupnyalebih mapan dibandinya juga ikut dicoret. “Itu baru adil,” ujarnya.
 Bagaimanakah tanggapan pemerintah terhadap masalah ini? Plt Sekda Kabupaten Bima, Drs HM Taufik HAK, menjelaskan tugas Badan Pusat Statistik (BPS) didampingi pemerintah desa  mendata warga miskin.
   Dia telah menekankan agar dalam pendataan itu mengacu pada kriteria yang ditentukan. Karena nanti akan ada tim verifikasi data berdasarkan laporan atau tinjauan langsung dari BPS  itu oleh pemerintah pusat. “Kalau sudah terdaftar di pusat tidak bisa diubah lagi. Kecuali ada pendataan ulang lagi, itu pun ada jangka waktunya,” ujar Taufik di kantor Pemkab Bima, kemarin.
 Ke depan, dia menghimbau BPS dan Kades agar lebih jeli dalam menetapkan warga miskin. Karena itu akan berdampak pada pemberian berbagai bantuan yang dikucurkan pemerintah. Jika BPS dan Kades asal-asalan bekerja, akan berimbas kepada pemerintahan.
   “Jangan sampai pemerintah di sini yang disalahkan nantinya, padahal itu kelalaian BPS dan Kades,” ujarnya. (BE.18)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...