“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kekurangan beras. Stok beras di Bulog sekarang ini ada 80.000 ton cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan,” jelas Rito.
Selain itu, jumlah beras yang dibeli Bulog kepada petani untuk tahun 2009 meningkat dari target 170 ribu ton menjadi 210 ribu ton. Hal ini untuk menjaga kelangkaan beras di NTB.
Menyinggung masalah impor beras, Rito mengakui, jika itu dilakukan jelas akan merugikan kalangan petani lokal, sehingga dengan produksi padi NTB tahun 2009 mencapai 1,75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan beras sekitar 900.000 ton, dengan kebutuhan untuk ko0nsumsi masyarakat sekitar 555 ribu ton, dipastikan impor beras tidak perlu dilakukan.
Hal lain yang membuat Bulog enggan mengimpor beras, jelas Rito, biasanya kualitas beras produk impor lebih buruk dari beras local, sehingga tidak diperlukan untuk melakukan impor beras.
Rito juga mengungkapkan, selain cukup untuk memenuhi kebutuhan beras di NTB, beras NTB banyak diminta daerah lain di Indonesia seperti Maluku, Jakarta serta Medan.(D’one)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























SIL, ekonomi manufaktur? Istilah apaa...
siapa bilang separuh Kursi kosong.......
AMAN blampa ntang Pak wahyu jawa jaka...
betul...... jangan hanya melihat harg...
saya jd bingung dg berbagai statement...