Keputusan Bupati Bima, H Ferry Zulkarnain, ST, yang memecat SF, aktor video mesum, dinilai anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bima, H Supardi, SH, MSi, bijak. Hal itu karena perbuatannya mencoreng wajah dunia pendidikan. Selain itu, merusak citra luhur Dou Mbojo.
"Sebab, nilai luhur dan citra daerah bergantung moral anak bangsa yang hidup di dalamnya. Yang tak bermoral tidak ada tempat di Bima yang AKBAR (motto Kabupaten Bima, Red) ini," tegas Supardi di sekretariat dewan, Jumat (21/11).
Duta PDI-P ini berharap setelah eksekusi terhadap SF, tidak ada lagi aktor-aktor lain yang menirunya. Katanya, jika ketegasan seperti itu terus digalakkan, diyakin ke depan tidak akan ada lagi pegawai yang berani melanggar peraturan kepegawaian. "Jika selama ini kasus yang sama bisa berulang, orang akan menilai pemerintah kita lemah," Katanya.
Meski kasus yang muncul dipermukaan dan memiliki bukti akurat baru sebagian kecil yang tercium pemerintah, dia yakin masih banyak kasus lain yang terselubung. Setelah sanksi keras terhadap SF, dia berharap pegawai yang gemar melakukan hal yang sama, bisa mengambil hikmah dari kasus itu.
Dia mengajak aparatur daerah agar mulai sekarang berbenah diri untuk membangun daerah Bima yang kental dengan Islam ini untuk lebih baik dari sebelumnya. Budaya Islam yang telah melekat dalam sanubari, sejak leluhur dijaga dari hal-hal yang membuat Sang Pencipta murka. "Cerminkanlah Bima yang AKBAR, seperti yang dicanangkan pemerintah," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, video mesum yang mengumbar syahwat tiga episode beredar luas dan menjadi konsumsi publik. Banyak pihak menyesalkan tindakan kedua pelaku karena tak layak dilakukan, apalagi statusnya sebagai tenaga pendidik. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















eeeeeeeeeeeeeee baing desa gedooooooooo
jangan ngaku baing desa kalau anda ti...
jangan ngaku baing desa kalau anda ti...
haaaaaa ap gk slh gede bnr,,,,