Kekurangan stok darah sudah menjadi alasan klasik yang belum terselesaikan oleh RSUD Bima hingga saat ini. Salah satu penyebabnya, karena rendahnya minat dan kesadaran masyarakat menyumbangkan darahnya. Saat ini, pasien yang hendak beroperasi kelimpungan mencari tambahan darah.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Bima, dr H Sucipto, mengatakan saat ini keluarga pasien harus mencari sendiri darah yang dibutuhkan melalui kerabat dan sanak-saudaranya. Untuk mengantisipsi hal itu, telah melayangkan surat kepada Pemkot Bima agar pegawainya rela menyumbngkan darah. Namun, hingga saat ini tidak ada tanggapan. Apalagi, sekarang bulan Ramadan. “Bulan puasa gini, mana ada yang mau nyumbang darah,” ujar Sucipto di RSUD Bima, Senin (8/9).
Stok darah yang tersedia beberapa waktu lalu, katanya, karena sumbangan darah dari Kapolres Bima AKBP Iryansyah. Dia menilai minat masyarakat menyumbangkan darahnya sangat rendah, padahal donor dapat menghilangkan penyakit dan membentuk sel darah baru.
Sucipto menyorot keberadaan Palang Merah Indosia (PMI) Bima dan menilai organisasi itu dibentuk saja, tetapi tidak pernah aktif. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






















wah ternyata university malaya pering...
wah ternyata university malaya pering...
Saudaraku, apakah KSB ini bisa maju k...
Dari kelakuan yang seperti itu keliha...
Kalau Andi Azisi menang saya khawatir...