Lantaran dipicu saling senggol saat joget pada acara organ tunggal di Kelurahan Kendo, Senin (12/1) dini hari sekitar pukul 13.00 Wita, siswa kelas dua SMA, Yusuf (15 tahun), terluka pada tusukan pada pinggangnya. Untungnya, luka korban tidak terlalu parah dan kasus itu kini ditangani Polresta Bima.
Di depan penyidik Bripda Eka Turkiani, korban menurutkan saat itu dijemput oleh rekannya menyaksikan musik organ. Ketika pukul 24.00 Wita, baru semua disilakan berjoget. Bersama rekannya mencoba menikmati alunan lagu sambil bergoyang.
Saat itu, kata korban, ada yang joget-joget sambil dorong-dorongan. Salah seorang yang didorong menyenggol dan dirinya balik mendorong lagi. Rupanya, hal itu memancing kemarahan sejumlah pemuda tadi dan terjadilah pengeroyokan.
Dua temannya, Syahril dan Uswandi luka pada bagian mulutnya akibat terkena pukulan. Korban sendiri berhasil menangkis sejumlah serangan. “Namun, tiba-tiba ada yang datang dari samping dan menusuk pinggang saya dengan golok,” katanya.
Namun, korban mengaku, tidak mengenali pelaku karena menggunakan cadar sarung ala ninja. Dari belasan pelaku, hanya dua yang dikenalinya, yakni Muhaimin dan Wahyudin.
Kepala Unit PPA Reskrim Polresta Bima, IPDA Dini Triana mengatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan dan meminta penjelasan saksi korban lainnya. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















Ini yang benar,, apa yang menjadi ket...
Pak Umar Hasan berani berdasarkan buk...
Akhirnya terjawab sudah isu politik y...
Memang "FITNAH LEBIH KEJAM DARI P...
Ayo pak epol tunjukan taring mu untuk...