SUMBAWA BESAR, Sumbawanews.com.-
Sekitar pukul 11.00 wita kemarin, DPRD Kabupaten Sumbawa dan sekitarnya kontan dipadati oleh ratusan orang yang berdatang dari berberbagai arah. Mereka bukan hendak melakukan aksi demonstrasi, namun sedang mengepung dan mengejar seorang maling yang membobol Rumah mantan Kepala Badan Pengawas Daerah Kabupaten Sumbawa (Sekarang Inspektorat), H. Abdullah Hamid, yang kebetulan berada di samping DPRD Sumbawa.
Pantauan Sumbawa Pos yang kebetulan berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), aksi pengepungan itu bukan hanya dilakukan oleh warga. Tapi kejadian yang cukup menghebohkan dan sempat mengusik ketenangan DPRD Sumbawa itu, membuat beberapa anggota DPRD Sumbawa berinisiatif bergabung bersama masyarakat guna melakukan pengepungan. Mungkin karena cukup bersemangat, ada yang sempat panjat tembok. Selain anggota DPRD Sumbawa, tidak ketinggalan pula beberapa orang Wartawan dan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) yang kebetulan berada di TKP.
Namun sialnya, meski telah dikepung oleh ratusan orang, maling tersebut tidak tertangkap. Sehingga banyak warga yang sebelumnya berniat menghadiakan “si tangan panjang” dengan “bogem mentah” menjadi geram dan kecewa.
H. Abdullah Hamid yang di temui wartawan setelah kejadian naas tersebut mengatakan, dirinya bersama bersama seluruh isi rumah sedang tidak berada dirumah. “Rumah kosong, saya tadi ke Labuhan badas, purtri saya ke Kantor,” jelas dia sembari berusaha menenangkan diri.
H. Dul, akrab ia disapa, menuturkan, orang pertama yang mengetahui rumah dibobol maling adalah putrinya yang hendak menjemput anak pulang sekolah dan mampir ke rumah. Setelah memasuki rumah dan dan membuka pintu dapur ia melihat seorang laki-laki asing berbaju hitam di dapur. Karena kaget melihat hal yang tak lazim tersebut langsung membanting pintu keluar rumah seraya berteriak. “Putri saya sekarang masih kacau,” tambah dia.
Dengan melihat kerusakan di sekitar rumah jelas dia, besar kemungkinan masuk melalui belakang rumah atau dapur. Sebab, kawat dapur terpotong dan meninggalkan lubang yang cukup besar.
Setelah mengecek barang-barang berharga di dalam rumah tugas H.Dul, maling berhasil membawa sebuah handycam dan tiga arloji, yang diperkirakan berharga Rp. 7 juta.
Ia memperkirakan, orang yang menyatroni rumahnya tersebut adalah orang yang sama dengan maling yang menyatroni rumahnya waktu lalu, atau orang yang cukup memahami keadaan rumah dan lingkungan sekitar.
“Pada waktu kejadian lalu, maling juga membawa dua arloji saya. handycam itu tidak sempat dibawa dan hanya sempat membuka tas yang berisi handycam. Barang kali ia (Maling, red) kembali untuk mengambil yang tertinggal,” kelakar dia.
Kejadian saat melaksanakan Shalat Idul Adha lalu tambah dia, maling juga berhasil membawa empat buah Hand Phone milik penghuni rumah. (xXx)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















perang ue
Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...