Kota Bima, Sumbawanews.com.-
Jika Anda melintasi jalan Anggrek Kelurahan Sarae, maka akan tampak pemandangan aneh. Pohon pisang tumbuh di tengah jalan yang dilalui kendaraan. Pada batang pohon pisang itu, terdapat sebuah plang. Mau tahu tulisannya? “Selamat Datang di Taman Indah Kota Bima”.
Nah, tak hanya itu. Ada juga tulisan lainnya, “Hati-hati di kawasan Wisata Kota Bima”. Bunga pun ada. Bagaimana pohon pisang dan bunga itu tumbuh di situ? Jelas saja ada yang aneh. Itu hanya semacam sindiran.
Pohon itu ditanam oleh sejumlah pemuda Sarae sebagai ekspresi protes mereka terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Pasalnya, kondisi jalan Anggrek sudah bertahun-tahun rusak, namun hingga kini tidak ada perhatian.
Apalagi, kata para pemuda, banyak pejabat yang melintasi jalan itu. Ada juga anggota DPRD Kota Bima. Akan tetapi, seolah menikmati kerusakan yang amat parah dan terdapat sejumlah kubangan besar berbentuk kolam.
Bagaimana kata warga setempat? Arif mengaku, heran jalan yang banyak dilalui masyarakat seolah dibiarkan rusak. Anak-anak muda yang resah, memilih menanam pohon pisang dan bunga di tengah jalan. “Apalagi saat hujan seperti ini, jalan sulit dilalui dan semakin parah. Bagi pejalan kaki, sulit berjalan,” katanya kepada Bimeks di Sarae, Jumat.
Sebenarnya, kata Arif, masyarakat sudah lama mengajukan proposal untuk perbaikan jalan itu. Kenyataannya hingga saat ini belum ada tanda-tanda direspons. “Bagaimana bisa kelurahan yang juara satu tingkat nasional, kini kondisinya kumuh,” ujarnya.
Kubangan air, ujar Arif, rawan menyuburkan penyakit, terutama malaria. Dia berharap pemandangan pohon pisang di tengah jalan jangan dibiarkan terus tumbuh dan menjadikannya “obyek wisata” Kota Bima.
Mestinya, menurut Arif, kelurahan dengan status juara nasional kondisinya kian membaik. Bukan sebaliknya, hanya cantik saat menjelang penilaian lomba saja, setelah itu dicampakkan dan kembali memegang predikat daerah kumuh. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























emhhh ITB
pendidikan Agama,Moral dari kelurga s...
Na penok babakn aman maluk sak! Ka...
Sosialisasi pasangan ZUL - MALA di ke...
Pencermatan kami yang hadir sekitar 3...