Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bima sejak Minggu siang hingga tadi malam, menyebabkan sejumlah tempat terendam banjir. Satu rumah pada pinggir sungai di Padolo dilaporkan hanyut.
Akibat luapan air sungai Padolo juga menyebabkan kompleks pasar raya Bima terendam. Tidak terkecuali kantor Polsek Rasanae Barat dan terminal Dara. Akibatnya, arus lalulintas terhambat, beberapa pengendara dari arah luar Kota Bima memutar haluan melalui jalan Sambinae.
Warga Kelurahan Dara, Syamsudin mengaku, saat tidak bisa melintasi jalan dekat terminal Dara lantaran ketinggian air sulit dilalui sepeda motor. Karena tak mau berisiko, terpaksa melalui Sambinae. “Airnya tinggi sekali, tidak bisa lewat motor,” katanya, tadi malam.
Tidak hanya di dua lokasi itu, sebagian pemukiman di kampung Sumbawa pun ikut terendam. Derasnya hujan sejak pukul 12.00 Wita, menyebabkan debit air meningkat. Hal itu diperparah lagi buruknya sebagian drainase.
Heri, warga kampung Sumbawa, mengaku rumahnya tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Dia dan warga lainnya mengaku kaget kedatangan “tamu” dan menggenangi rumah warga.
Untungnya, kata dia, warga sudah mengantisipasi keadaan tersebut. Mereka menyelamatkan barang-barang agar tidak terendam air. “Barang disimpan di tempat yang tinggi agar tidak basah,” katanya tadi malam di Penatoi.
Sejumlah warga yang dihubungi mengaku kuatir dengan curah hujan sepanjang hari Minggu kemarin. Mereka yakin pasti ada dampaknya, karena tak biasanya berdurasi lama plus deras. Kejadian banjir besar pada beberapa tahun lalu masih meninggalkan trauma, sehingga berharap tak terulang lagi.
Wilayah Kabupaten Bima pun, dampak hujan deras terlihat. Di Kecamatan Sape, air sungai meluap hingga menggenangi areal persawahan di sekitar Desa Jia dan Parangina.
Bahkan, akibat arus air seorang anak di Jia dilaporkan hanyut, namun akhirnya bisa diselamatkan. Karena kejadian itu, warga Jia gempar dan tumpah-ruah di jalanan. “Ada anak yang terbawa banjir, namun bisa diselamatkan,” ujar seorang warga kepada Bimeks, Minggu sore.
Selain itu, sejumlah titik longsor terjadi pada ruas jalan negara di pegunungan Lampe. Batu-batu berserakan di jalan dan menghambat arus lalulintas. (BE.16/BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...