Hingga saat ini, stok darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima masih nihil. Tak ayal, keadaan ini menyebabkan pasien kritis yang membutuhkan darah tak tertangani. Lalu, adakah upaya yang ditemupuh? Kepala Humas RSUD Bima, dr H Sucipto, mengaku telah berupaya untuk memenuhi stok darah dengan meminta perhatian Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima. Namun, upaya itu selalu menemui jalan buntu. Permintaan itu tak direspons. "Kami sudah mencoba meminta kepada dua pemerintah agar mewajibkan pegawainya mendonorkan darah, tapi upaya itu tak direspons. Hingga kini stok darah di rumah sakit hampir tidak ada," ujarnya di RSUD Bima, Selasa (6/10).
Selama ini, sambung Sucipto, kebutuhan darah pasien dipenuhi oleh masing-masing kerabatnya. "Untung-untung saja dari pihak keluarga pasien mau mendonorkan darah mereka," imbuhnya.
Kekurangan stok darah ini, jelas dia, diperparah tidak adanya Bank Darah di daerah. Bank Darah hanya berada di Mataram. Jarak yang cukup jauh menyebabkan RSUD Bima urung memesan darah di luar daerah karena kesulitan pengangkutan. Belakangan ini, sejak Lebaran, kebutuhan akan darah meningkat seiring membludaknya pasien kecelakaan lalulintas (Lakalantas).
"Untuk menanggulangi kebutuhan darah dalam keadaan emergency, kami terpaksa membeli darah pengojek. Walaupun itu kami tahu tidak boleh, tapi itu terpaksa kami lakukan," katanya.
Untuk memenuhi, kebutuhan darah bagi pasien, kata Sucipto, dalam waktu dekat RSUD akan bersurat kepada masing-masing pemerintah daerah agar ada pendonoran masal. "Mudah-mudahan saja direspons positif, karena bagaimanapun kebutuhan ini mendesak," harapnya.
Sucipto berharap, agar sejumlah pihak membantu kebutuhan darah pada RSUD Bima. Setidaknya, masing-masing dinas maupun badan saat Hari Ulang Tahun (HUT) mendonorkan darah secara masal. Selama ini, pendonor rutin dari kalangan kepolisian dan TNI. "Kalau masing-masing dinas saja mau mendonorkan darah saat hari ulang tahun-nya, kami rasa itu sudah mampu memenuhi kebutuhan darah di sini (RSUD, Red)," pungkasnya. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























emhhh ITB
pendidikan Agama,Moral dari kelurga s...
Na penok babakn aman maluk sak! Ka...
Sosialisasi pasangan ZUL - MALA di ke...
Pencermatan kami yang hadir sekitar 3...