Hingga kemarin, pihak RSUD Bima mengaku belum menerima laporan tentang pasien Benyamin, warga Desa Rompu Kecamatan Langgudu, yang yang menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Padahal, pasien itu sudah tiga hari masuk RSUD Bima. Direktris RSUD Bima, dr Hj Tini Wijanari, yang hendak dikonfirmasi, mengarahkan wartawan menemui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan, H Nasaruddin, SSos.
Kepada Bimeks, Nasaruddin mengaku belum menerima laporan perihal keluhan pasien pemegang kartu Jamkesmas dan akan mengelarifikasi dahulu apakah Benyamin pengguna kartu Jamkesmas atau tidak. Pasalnya, bisa saja yang pasien itu menggunakan kartu Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin) yang kini sudak tidak berlaku lagi.
Dipastikannya, jika benar yang bersangkutan memiliki kartu Jamkesmas, maka akan mendapat pelayanan kelas III. “Kami akan cek soalnya baru pengakuan sepihak tentang kartu Jamkesmas itu,” katanya di RSUD Bima, Senin (20/9).
Jika statusnya adalah pemegang kartu Jamkesmas, kata dia, maka obat-obatan tidak akan dibayar, termasuk cairan infus. Hal itu sesuai dengan petunjuk pelaksanaan tentang Jamkesmas. Prosedur penanganan pasien Jamkesmas dengan menunjukkan kartu saat dirujuk ke RSUD Bima. Petugas akan mencocokkan nama dalam data base. Setelah itu, barulah diberi pelayanan standar kelas III.
“Seperti yang ditekankan Bupati Bima, jika pasiennya adalah rujukan dari Puskesmas, maka biaya transportasinya ke RSUD Bima ditanggung oleh Puskesmas itu,” terangnya.
Namun, katanya, jika RSUD Bima tidak bisa menangani pasien tersebut, akan dirujuk ke rumah sakit yang statusnya lebih atas. Untuk biaya transportasinya ditanggung oleh pasien dan keluarganya. “Tidak semua tindakan dapat digratiskan, seperti operasi plastik, demikian juga dengan obat-obatan,” katanya.
Dikatakannya, setelah kebijakan penggunaan kartu Jamkesmas, telah banyak yang menggunakannya. Pihak RSUD Bima pun memberikan pelayanan standar sesuai dengan petunjuk yang ada.
Seperti dilansir Bimeks sebelumnya, Benyamin masuk ke RSUD Bima sejak Rabu (17/9), selama tiga hari tidak mendapat pelayanan optimal. Pemegang kartu Jamkesmas ini mengaku, membeli sendiri tujuh botol infus.
Baru pada Sabtu (20/9) dipindahkan dari ruang bedah pria ke penyakit dalam. Setelah itu baru diberikan empat botol infus gratis dari pihak RSUD Bima. Pasien mengeluhkan pelayanan tersebut, pasalnya menganggap percuma memiliki kartu Jamkesmas, karena tidak jelas penangannya.
Hingga kemarin, ternyata keberadaan Benyamin tidak diketahui oleh pihak RSUD Bima. Padahal, sudah seminggu tergolek lemah dengan cairan infus. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















perang ue
Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...