Penghentian pengankutan dan penimbunan batu mangan yang dilakukan oleh PT Hoenis lee Mining (PT HLM) mendapat tanggapan dari direktur perusahaan ini, Markus.
Kepada sejumlah wartawan, pengusaha asal Jakarta ini mengaku, batu mangan ini hanya ditimbun ditempat penimbunan di stock pile didekat pelabuhan Benete hingga proses perijinannya rampung.
Jika izin sudah rampung, rencannya batu mangan ini akan diangkut ke China jika jumlahnya mencapai 300 ton. Untuk saat ini perusahaan ini sudah mengantongi izin usaha kelola lingkungan (UKL) dan izin usaha pemantauan lingkungan (UPL) tinggal menunggu izin bupati KSB saja.
Markus membantah jika batu mangan yang diangkut dari loaksi penambangan di kecamatan Jereweh tanpa dilengkapi perizinan. Pihaknya telah mengantongi izin dari dinas perekonomian, ESDM, kebudayaan dan pariwisata Sumbawa Barat. Surat ini merupakan persetujuan permohonan perusahaan pemegang kuasa pertambangan (KP) di Jereweh ini guna pengujian sampel.
Permohonnya telah diajukan ke kementerian ESDM dan telah mendapat persetujuan. Surat inilah yang diteruskan oleh dinas ESDM setempat. Dan surat tadi hanya untuk pengangkutan dari Jereweh ke Benete.
Mengenai jumlahnya yang mencapai 300 ton tadi, Markus membantah untuk diperjualbelikan. Batu mangan ini akan dijadikan sampel. ‘’ Kapasitas pabrik di Cina, sekali masuk minimal 300 ton,’’ terang pengusaha asal Jakarta ini.
Tim dari Pemda Sumbawa Barat menghentikan pengangkutan batu mangan yang sedianya hendak dikapalkan tersebut. Selain tidak mengantongi izin UKL dan UPL, surat keterangan yang ditandatangani mantan kepala dinas perekonomian, ESDM, kebudayaan dan pariwisata, Mahfud Jauhari tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Apalagi surat tadi bertentangan dengan kebijakan Pemda yang membatasi pengangkutan batu mangan yang akan dijadikan sampel.
Senada dengan Markus, Mahfud Jauhari yang dikonfirmasi mengatakan terjadi keslaahpahaman terhadap surat yang diterbitkan dirinya sesaat sebelum pensiun tersebut. Surat yang dijadikan pegangan oleh PT HLM tadi hanya untuk pengangkutan dari lokasi tambang ke stock pile di Jereweh. ‘’Jadi bukan untuk pengapalan. Pemda salah paham,’’ aku Mahfud.
Dia mengakui telah memberikan rekomendasi pengangkutan sebanyak 300 ton. (cep)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















apakah itu cerminan mahasiswa Sumbawa...
lebay bangat sich kalian semua....
javascript:JOSC_emoticon("
eeeeeeeeeeeeeee baing desa gedooooooooo