Oparasi tersebut sesuai instruksi Mabes Polri ke Polda yang memerintah seluruh Polres, untuk menjaga kondusifitas daerah ditekankan agar segera melakukan razia terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat (Pekat) termasuk perjudian kartu remi, judi togel, judi billiard serta para agen yeng menjual kaset VCD bajakan.
Kapolres Sumbawa Barat melaluyi Kasat Reskrim AKP Gunarko Sik pada Sumbawanews diruang kerjanya mengatakan, pihaknya melakukan Operasi berbagai bentuk Penyakit Masyarakat (Pekat) itu, atas instruksi Mabes Polri ke Polda NTB yang diteruskan ke masing-masing Polres, "Operasi Pekat yang kita gelar sejak 1 hingga 30 November 2009 ini, guna menjaga Kabtibmas dan memberantas berbagai bentuk perjudian yang dinilai selama ini meresahkan masyarakat," kata Gunarko rabu (4/11) kemarin.
Kasat Reskrim juga mengaku, kepolisian melakukan razia tersebut terkait juga dengan adanya laporan yang masuk dari masyarakat, tentang semakin maraknya aksi perjudian, seperti Judi kartu, judi biliar serta indikasi sejumlah agen yang menjual kaset VCD bajakan, "Dalam operasi yang gelar sejak tanggal 1 November 2009, berhasil kami sita 300 keping VCD bajakan dan 4 buah biliar di tiga titik serta menangkap 21 orang pelaku judi kartu Remi dan judi billiard," ungkap Gunarko.
Dijelaskan lagi, Operasi Pekat itu akan dilaksanakan selama satu bulan sesuai instruksi Mabes Polri, bahkan razia kali ini aparat kepolisian tersebut tidak akan memberikan toleransi terhadap siapapun yang kedapatan, melakukan, memiliki atau mengedarkan berbagai bentuk barang yang melanggar hukum, "kami tidak toleransi, buktinya 21 orang yang kedapatan melakukan perjudian itu saat ini kami kami tahan guna diproses hukum," tegas Gunarko. (Hong)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




















Noa ikrar ta pe.ta tu dtng samenang a...
jgn terlalu fanatik, ntar kmu kemakan...
sebaikny ramalan itu d jdkn motifasi ...
thanks atas komentarnya bro. kalau m...