Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Penyelenggara Pemilu Idap Tiga “Penyakit”

Penyelenggara Pemilu Idap Tiga “Penyakit”

E-mail Cetak PDF
Bima, Sumbawanews.com.-
    Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) dan Wakil Presiden oleh Komisi  Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima di Paruga Parenta, Senin (13/7), menetapkan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto mengungguli pasangan Mega-Prabowo dan SBY-Boediono.
    Rapat yang dipimpin Ketua KPU Kabupaten Bima, Drs Ichwan P Syamsuddin, MAP, dihadiri anggota KPU lainnya, tiga saksi pasangan calon. Saat itu, Ichwan juga menyoroti kinerja KPPS, PPS, PPK hingga KPU yang diidentifikasi menderita gejala “kudis”, “kutil” dan “kurap”.  
   Sahlan saksi pasangan Mega-Prabowo, kemudian Wahyu Mulyadin dari pasangan SBY-Boediono, dan Fadriani saksi pasangan  masing-masing pasangan JK-Wiranto.
   Pasangan JK-Wiranto yang mengusung tema kampanye ‘Lebih Cepat Lebih Baik’ menang dan mendulang 110.547 suara atau 49,87 persen dari 234.522 pemilih yang menggunakan hak suaranya. Disusul pasangan SBY-Boediono dengan perolehan 91.112 suara atau 41,10 persen dan pasangan Mega-Prabowo meraih 19.998 suara atau 9,02 persen. Suara batal 12,865 dari pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 300.902 dan 66.380 pemilih yang tidak menggunakan hal suaranya. Pemilih yang menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 93 orang.
   Penetapan hasil rekap itu disetujui dan ditandatangani seluruh saksi, meski saksi pasangan Mega-Pro, Sahlan, lebih awal meninggalkan ruangan rapat. “Alhamdulillah rekap berlangsung aman dan sukses, karena semua calon menyetujui hasil rekap,” ujarnya sebelum menutup rapat pleno.
   Suksesnya rekap itu, katanya, merupakan kerja kolektif semua penyelenggara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang digelar 8 Juli lalu. Namun, diakui tetap ada kekeliruan meski sudah bekerja maksimal.
   Ihwan menyoroti kinerja rekan-rekannya mulai dari KPPS, PPS, PPK hingga KPU masih dihinggapi penyakit “kudis” alias ‘kurang disiplin’ dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Ttermasuk menyepelekan hal-hal yang ringan, tetapi bisa merusak tatanan kerja penyelenggara pemilu itu sendiri.
   Tidak hanya itu. Katanya, masih banyak penyelenggara dihinggapi penyakit “kutil” atau ‘kurang teliti’, terutama dalam menulis dan menjumlahkan angka. Bahkan, ada yang menulis satu tambah satu ditulis tiga, sehingga menyebabkan pekerjaan bertambah.
   Hal yang terakhir adalah penyakit “kurap” atau ‘kurang pemahaman’ terhadap aturan yang berlaku dan kurang memahami mengisi berbagai format yang disediakan. Ke depan, diharapkannya kinerja penyelenggara harus lebih baik lagi dan lebih teliti.
   Bagaimana tanggapan saksi terhadap hasil rekap yang dihelat KPU Kabupaten Bima itu?  Saksi SBY-Boediono menilai, rekap KPU Kabupaten Bima cukup transparan dan tidak ada perbedaan hasil yang diperoleh saksi di TPS dengan hasil rekap tingkat PPK maupun KPU.
   “Hasil ini tak ada bedanya dengan yang kita kirimkan ke pusat, kita salut dengan kinerja yang dilakukan penyelenggara Pemilu di Kabupaten Bima,” ujarnya.
   Hal senada dikemukakan saksi pasangan JK-Wiranto, Fadriani. Hasil rekap bisa diterima dengan baik dan pasangan JK-Wiranto memenangkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Bima, tetapi sayang kemenangan itu tidak berlanjut hingga tingkat pusat.
   “Inilah hasil riil dari suara hati nurani dan amanah rakyat Kabupaten Bima,” katanya usai penghitungan di Paruga Parenta, Senin. (BE.13)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...