Sebanyak 10 penyandang cacat perempuan, mengikuti pelatihan kewirausaahaan. Mereka dilatih membuat berbagai macam kue, agar bisa hidup mandiri.
Para peserta ini pun tampak antusias mengikuti pelatihan selama dua hari di Balai Loka Karya (BLK) Kota Bima, sejak Sabtu (29/11) hingga Minggu (30/11). Pada hari pertama, mereka diberi materi membangkitkan kepercayaan diri dan tentang pengelolaan usaha.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Bantuan Sosial (Rehabsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima, Dra Hj Misbah, mengatakan para peserta direkrut dari berbagai kelurahan. Kegiatan ini bersumber dari dana APBD II Kota Bima. “Selain memberi keterampilan membuat kue, mereka juga diberi bantuan peralatan membuat kue dan bahannya,” katanya kepada Bimeks di BLK Kota Bima, Minggu kemarin.
Untuk mengarahkan cara membuat kue, kata dia, menghadirkan dua instruktur, satu orang dari dinas dan satu lagi dari pengusaha kue. Dua jenis kue yang paling diminati pembuatannya adalah kurma dan karamel. “Diharapkan setelah selesai pelatihan, mereka bisa membuat usaha produktif,” ujarnya.
Selain itu, jelasnya, agar para penyadng cacat ini tidak lagi bergantung pada orang normal. Setelah dibangkitkan kepercayaan diri, mereka hidup lebih optimis. “Mudah-mudahan dengan keterampilan ini, pendapatan mereka bisa meningkat,” harapnya.
Dari 10 peserta itu, kata dia, empat diantaranya bisu. Dari empat orang itu, tiga diantaranya bisa membaca dan satunya tidak. “Agar bisa membaca daftar bahan menu kue, satu orang yang bisu dilatih dengan bahasa isyarat,” ujarnya.
Untuk kue kurma, kata dia, harganya cukup tinggi dan banyak dijual di toko-toko. Bahkan untuk satu kilogram, bisa mencapai Rp100 ribu. “Saat labaran lalu saya mebeli satu kilonya 98 ribu rupiah,” katanya.
Pantauan Bimeks, salah seorang instruktur pembuat kue, Ida Jubaidah, SE, terlihat cukup sabar dan telaten mengajari para penyandang cacat. Cara membuat kue kurma terlihat cukup sederhana, tampilannya pun menarik. Seperti namanya, kue itu terlihat seperti kurma dan ditaburi kacang.
Bimeks yang sempat mencicipi kue-kue buatan para penyandang cacat itu, terasa lezat. Tangan-tangan terampil mereka diharapkan bisa menghasilkan kereasi kue lainnya. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















perang ue
Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...