Bima, Sumbawanews.com.-
Ini kisah pemilik kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Benyamin Murtada (43 tahun), warga Desa Rompo Kecamatan Langgudu, hanya bisa tergolek lemah di RSUD Bima. Sejak masuk Rabu (17/9) lalu, tak mendapatkan pelayanan medis yang memadai.
Saat masuk, Benyamin mengaku, sudah menunjukkan kartu Jamkesmas pengganti Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin). Namun, hanya diarahkan ke ruangan sal Bedah Pria, setelah itu tak ada lagi. Selama tiga hari, infus yang dibelinya sendiri. Dia bingung harus mengonsumsi obat apa, selain cairan infus. Resep dokter yang ditunggu-tunggu tak juga ada.
Sabtu (20/9) lalu, diakuinya, pihak medis hanya memindahkannya ke ruangan Penyakit Dalam. Benyamin mengaku bosan jika hanya diberi pelayanan tempat tidur untuk istirahat. Jika fungsi Jamkesmas hanya itu, dia bisa mengusahakannya sendiri.
"Lantas untuk apa kartu Jamkesmas jika saya tidak mendapat pelayanan, infus harus dibeli sendiri. Jika memang seperti ini, sebaiknya kartu Jamkesmas dibuang di tong sampah saja," protesnya di RSUD Bima, Sabtu lalu.
Benyamin mengaku, mengidap penyakit pada ginjalnya. Hasil pemeriksaannya pada dr H Herta Bhumiriyanto beberapa waktu lalu, ada dugaan infeksi saluran pencernaan. Kian lama kondisinya pun makin parah dan sempat dibawa ke Puskesmas Langgudu.
Pihak Puskesmas selanjutnya merujuk dirinya ke RSUD Bima. Saat itu, ada harapan besar akan mendapat pelayanan memadai di RSUD Bima, agar penyakitnya berangsur sembuh. Harapan itu seolah sirna, ketika selama tiga hari masuk hanya tidur saja.
Sementara itu, Direktris RSUD Bima, dr Hj Tini Wijanari, belum berhasil dikonfirmasi soal protes Benyamin. Staf RSUD Bima menyarankan agar mengonfirmasikan hal itu pada Senin (22/9) hari ini. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




















Dilimetasi memang, tapi insya Allah A...
sekedar mluruskan status pak Syahdan,...
Noa ikrar ta pe.ta tu dtng samenang a...
jgn terlalu fanatik, ntar kmu kemakan...
sebaikny ramalan itu d jdkn motifasi ...