Dalam beberapa hari terakhir ini, di lingkungan RSUD Bima pembagian jatah pegawai dari pengembalian 30 persen pendapatan dari setiap unit kerja, marak dibicarakan para pegawai. Mereka menduga Direktris RSUD Bima, dr Hj Tini Wijanari, tidak transparan dalam pembagian itu.
Nah, bagaimana sebenarnya penggunaan dana itu? Tini mengakui, pendapatan dari setiap unit kerja yang dipimpinnya akan dikembalikan 30 persen untuk kesejahteraan pegawai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Pengembalian oleh Pemkab itu, tidak tentu waktunya, terkadang setiap bulan, triwulan, dan lainnya. "Pokoknya bergantung Pemkab tidak menentu waktunya," ujar Tini di RSUD Bima, Selasa (24/2).
Dikatakannya, pengembalian 30 persen itu nilainya tidak seberapa dibanding risiko pekerjaan yang akan ditanggung. Risiko yang dihadapi antara lain penularan penyakit, dicaci maki pasien, sorotan publik, dan lainnya. "Saya tidak mau terjerat hukum, karena menyalahgunakan uang tersebut," tegasnya.
Dijelaskannya, pembagian dana 30 persen itu ada rumusnya. Jatah setiap tenaga medis telah diatur dan akan dihitung oleh tim khusus. Nilai jatah bergantung dari jabatan dan tugas. Urutannya mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga paramedis.
Tini menyadari RSUD instansi pelayanan publik yang harus siap untuk disorot. Dia mengaku jika dikatakan pelit, tidak masalah, karena tidak ingin terjerat hukum karena membagi-bagikan uang dari hasil penyimpangan. "Saya tidak mau berurusan dengan hukum, karena membantu orang lain," katanya.
Katanya, setiap bawahan diberi gaji sesuai ketentuan. Contohnya, tukang sapu digaji Rp300 ribu/bulan. Itu masih rendah atau tidak sesuai dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkannya untuk transportasi. Petugas sapu itu kerjanya dua kali pagi dan sore.
Namun, dia mengaku tidak bisa memberinya di atas ketentuan itu. Begitu juga dengan jatah 30 persen itu, bagi yang bekerja akan mendapatkannya. Dicontohkannya, jika dari penghasilan Jamkesmas hanya Rp2 juta, maka 30 persen dari itu akan dibagi kepada petugas yang menangani Jamkesmas, berdasarkan Poksi-nya masing-masing. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























emhhh ITB
pendidikan Agama,Moral dari kelurga s...
Na penok babakn aman maluk sak! Ka...
Sosialisasi pasangan ZUL - MALA di ke...
Pencermatan kami yang hadir sekitar 3...