Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Operasi Gagal, Bayi tak Terselamatkan

Operasi Gagal, Bayi tak Terselamatkan

E-mail Cetak PDF
Kota Bima, Sumbawanews.com.-
 Syamsiah, warga Melayu terpaksa harus kehilangan bayinya. Anak dalam kandungannya tidak terselamatkan. Gagalnya operasi diduga karena tidak tersedianya darah di RSUD Bima.    Sekitar pukul 03.00 Wita, Sabtu  (27/9) dia dirujuk ke RSUD Bima, lantaran susah melahirkan. Saat operasi  akan dilangsungkan, tidak ada persediaan darah, mekipun pihak keluarga sudah mencari pendonor ke mana-mana.
 Jainab, rekan Syamsiah, mengungkapkan rupanya saat Ramadan sulit untuk mencari pendonor. Kondisi seperti ini, mestinya tidak terjadi. Untuk itu, dia berharap agar pihak pemerintah mencarikan solusi atas persoalan ketersediaan darah.
   Kerap kali, katanya, orang yang hendak operasi kesulitan mendapatkan darah. Selama ini yang menjadi solusinya adalah aparat kepolisian.
 Humas RSUD Bima, dr H Sucipto, mengakui tentang kelangkaan stok darah itu. Namun, bukan berarti pihak RSUD tidak berupaya mencari solusinya. Kerap kali menyosialisasikan kepada instansi pemerintah agar mau mendonorkan darahnya. “Kami berharap setiap perayaan ulang tahun instansi, mempogramkan donor darah,” pintanya di RSUD Bima, Sabtu (27/9).
 Dia membantah meninggalnya anak warga Melayu dalam kandungan, bukan lantaran stok darah kurang. Kematian bayi biasanya akibat lambatnya proses penanganan.  “Apabila lambat dirujuk risiko berat, dampaknya kepada bayi,” ujarnya.
   Sebelum operasi, katanya, pihak RSUD Bima telah menyarankan  agar  mencari keluarga terdekat untuk mendonorkan darahnya. Apalagi, bulan Ramadan memang sulit mencari pendonor. (BE.18)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...