SUMBAWA BESAR,Sumbawanews.com.-
Keadaan ombak pasang setinggi sekitar 2 m di wilayah pantai Labuhan Sumbawa selama beberapa hari belakangan ini, mengakibatkan para nelayan tidak berani melaut. Praktis, dalam beberapa hari terakhir ini pun para nelayan di sekitar Goa pantai kompi kehilangan mata pencahariannya. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa meminjam kepada ‘bank rontok’ alias koperasi simpan pinjam yang biasa masuk ke wilayah pemukiman para nelayan. Seperti dituturkan H. Halim Mas’ud, salah seorang nelayan kepada wartawan, kamarin. Diakuiny, selama empat hari belakangan ini sudah tidak pernah melakukan aktifitas kesehariannya sebagai nelayan, dikarenakan keadaan ombak satu minggu ini terlalu besar. “Saya takut turun ke laut, ombaknya terlalu besar. Sudah beberapa hari ini saya tidak pergi melaut,” kata Mas’ud, seraya mengakui, sudah terhitung empat hari terakhir dirinya hanya diam di rumah dan bingung harus kerja apa, karena hidup sebagai nelayan sudah menjadi mata pencaharian secara turun temurun. ”Saya sudah terbiasa melaut. Jadi kalau di suru bekerja yang lain biarpun untuk sementara, saya jadi bingung mau kerja apa, ya terpaksalah cari pinjaman dulu, toh juga tidak mungkin ombak begini-begini terus,” Mas’ud, menambahkan.
Untuk sementara ini, dirinya hanya bisa diam di rumah dan menunggu sampai air laut surut, tentunya disertai doa supaya keadaan ombak cepat turun, dan kembali lagi melakukan aktifitasnya sebagai nelayan. (Yy)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















turut berduka cita yang mendalam,semo...
Semoga amal ibadah beliau diterima di...
Sekelumit masalah pembangunan di KSB ...
Semoga Amal Ibadah Beliau diterima AL...
jika dialog sudah nggak bisa lagi, me...