Hingga Jumat (13/3), Pemerintah Kota (Pemkot) Bima belum bisa menghitung total nilai kerusakan yang dialami warga akibat luapan banjir, Kamis (12/3) lalu. Nilai kerusakan sementara yang dihimpun hanya di Kelurahan Manggemaci, sebesar Rp13 juta.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Social Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Bima, Hj Misbah, mengatakan, hingga kemarin sejumlah kelurahan yang menjadi sasaran banjir Kamis lalu belum melaporkan kerusakan. “Hingga saat ini, baru dinilai kerusakan yang dialami warga di Kelurahan Manggemaci saja dapat kami himpun,” ungkap Misbah, melalui HP, Jumat.
Dikatakan Misbah, luapan banjir Kamis lalu sedikitnya terjadi di delapan kelurahan yang berberbatasan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS), masing-masing Kelurahan Lampe, Dodu, Rabadompu Timur, Rabadompu Barat, Manggemaci, Paruga, dan Bina Baru Dara. “Khusus di Kelurahan Dodu, ada sebelas rumah yang tergenang setinggi paha, sedangkan di kelurahan lain ada sekitar ratusan rumah yang tergenang,” katanya.
Selain menggenangi ratusan rumah warga dan beberapa kantor pemerintahan dan kepolisian, banjir Kamis lalu juga menggenangi dan menyeret ratusan sawah milik petani di sepanjang DAS di Kecamatan Rasanae timur, masing-masing Lampe hingga Rabadompu Timur.
Misbah berharap, seluruh komponen masyarakat proaktif menginformasikan kepada pemerintah tentang bencana alam yang terjadi agar penyaluran bantuan tanggap darurat dapat dilakukan secepatnya oleh pemeirntah. “Kalau ada bencana alam, mohon menghubungi nomor HP saya 085239528307, sehingga penyaluran bantuan juga bisa kita percepat selama stok masih ada,,” katanya.
Misbah kembali mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi, masing-masing pihak diharapakannya sigap menjaga lingkungan atau kebersihan, sehingga tidak memicu banjir.
Sebelumnya, kata dia, Dinsosnaker dan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga sudah menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Dodu dan Manggemaci.
Data yang dihimpun oleh berdasarkan pengakuan sejumlah korban oleh Bimeks nilai kerusakan akibat banjir ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir yang meluap di Kota Bima Kamis, diduga akibat dipicu hujan yang terjadi sekitar empat jam di Kecamatan Wawo. Sebagian pihak menduga kawasan hutan mampu menyerap hujan telah rusak sehingga memicu banjir. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






















wah ternyata university malaya pering...
wah ternyata university malaya pering...
Saudaraku, apakah KSB ini bisa maju k...
Dari kelakuan yang seperti itu keliha...
Kalau Andi Azisi menang saya khawatir...