“Ada beberapa kecamatan yang angka mutasinya cukup mengagetkan, namun sebagian besar angkanya kecil bahkan cenderung stagnan,” kata Aonollah, Kasi Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, mutasi lahan secara besar-besaran terjadi di tujuh kecamatan, antara lain kecamatan Moyo Utara Kecamatan Moyo Hilir, Kecamatan Empang dan Kecamatan Labangka. Namun, yang paling mengagetkan, yakni mutasi di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir.
Dari data yang diperoleh, mutasi di dua kecamatan tersebut berada di atas 10 persen dalam satu tahun. “Mutasi yang terjadi di atas angka 10 persen patut dipertanyakan,” katanya, sembari menjelaskan, tahun 2008, lahan pertanian di Kecamatan Moyo Utara tercatat sebesar 1873 hektare. Tahun 2009 tercatat sebanyak 2169 hektare, atau terjadi penambahan sekitar 15 persen. Sedangkan di Kecamatan Moyo Hilir, tahun 2008 tercatat sebanyak 4541. Tahun 2009 sebanyak 5292 hektare, atau mutasi sekitar 10 persen.
“Daerah lainnya mutasi relatif lebih rendah atau antara 1 hingga lima persen. Sedangkan lahan baku yang ada di Kabupaten Sumbawa, tidak terjadi perubahan,” jelasnya.
Ditegaskan, terkait mutasi besar-besaran tersebut, BPS telah bersurat ke dinas terkait untuk meminta klafirikasi. dari balasan, diketahui telah mutasi besar-besaran tersebut telah terjadi sejak tahun 2000 namun tidak dilaporkan. Sehingga mutasi yang terjadi sejak tahun 2000 termasuk dalam laporan tahun 2009. (Using)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















wah...
cuma satu kata.... PINTER ... asli y...
bagaimana bisa DPRD sumbawa segra men...
ya..memang saksi annur bukan dilatih ...
sy juga mnyaksikan via tv, ada pertan...