Meski musibah banjir dan hama penyakit menimpa tanaman padi sebagian petani di Kabupaten Bima, namun Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4), optimis hasil panen meningkat. Hasil pantauan instirusi itu, hasil panen secara keseluruhan tahun ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BKP4 Kabupaten Bima, Ir Rendra Farid, mengakui petani yang areal sawahnya di daerah langganan banjir, produksinya lebih menurun dibanding standar yang hendak dicapai. Hal itu terjadi karena pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertapa), mendapatkan bantuan benih unggul dari pemerintahan pusat bagi petani. Bibit itu mampu menaikan produksi petani 30 persen dari biasanya.
"Coba kalau tidak memakai bibit unggul, biasa dipastikan gagal panen akibat banjir yang berturut-turut itu," uar Rendra di BKP4, Selasa (21/4).
Karena itu, diperkirkannya, tahun ini produksi meningkat lima persen. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, BKP4 telah berupaya membimbing mulai dari teknik pengolahan tanah, hingga pada penggunaan teknologi pascapanen. Tahun ini pula, pemerintah telah berupaya membuat sekolah lapang bagi para petani, dilakukan di lapangan sambil praktik teknik-teknik bertani. "Kami mendampingi petani mulai mengolah tanah, penggunaan pupuk yang tepat, sampai pascapanen ," ujarnya.
Katanya, terobosan baru saat ini, pemerintah mengupanyakan agar petani tidak menggantungkan diri pada pupuk berbahan dasar kimia. Ke depan akan mengupayakan pemakaiam pupuk organik. Hingga saat ini, sudah 50 persen masyarakat Kabupaten Bima yang mengerti, bahkan menggunakan pupuk organik.
Menurutnya, dengan benih unggul hasil petani meningkat 30 persen, jika ditambah dengan pengolahan air yang benar dan pemanfaatan pupuk organik, hasil panen diyakini akan jauh lebih meningkat lagi. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























SIL, ekonomi manufaktur? Istilah apaa...
siapa bilang separuh Kursi kosong.......
AMAN blampa ntang Pak wahyu jawa jaka...
betul...... jangan hanya melihat harg...
saya jd bingung dg berbagai statement...