Selama ini, Puskesmas Woha banyak didatangi pasien dari berbagai kecamatan. Padahal, fasilitas yang dimiliki sama saja dengan kecamatan lain di sekitarnya. Mungkinkah karena tempatnya bersih atu pelayanannya yang ramah? Selain faktor itu, ternyata ada kebijakan lain yang menarikm minat masyarakat miskin.
Kepala Puskesmas Woha, dr Ganis KP, mengungkapkan, sejak bertugas di Kecamatan Woha, pasien yang dirawatnya kebanyakan berasal dari kecamatan lain dan belum memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Karena prihatin, menetapkan berbagai kebijakan dengan meminjamkan nama orang lain kepada pasien yang belum mendapatkan subsidi kesehatan itu. “Sebenarnya itu tidak dibolehkan, tetapi demi membantu masyarakat miskin cara itu pun dilegalkan,” akui Ganis di Puskesmas Woha, Rabu (25/2).
Kebanyakan kasus yang dilayaninya selama ini, katanya, banyak orang tua yang mendapatkan Jamkesmas, sementara anak-anaknya tidak memiliki kartu. Oleh karena itu, dia menerapkan kebijakan sendiri, kalau pasien tersebut benar-benar miskin akan membantu meminjamkan kartu orang tuanya untuk anaknya.
Nah, cara itulah yang menarik minat pasien itu berbondong-bondong ke Puskesmas Woha. “Meski dia berasal dari kecamatan lain tetap saya bantu,” katanya sambil memeriksa pasien dari Kecamatan Langgudu.
Dikatakannya, hingga kini masih banyak masyarakat miskin yang ditangani. Kartu Jamkesda yang dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, hingga kini belum ada. Untuk itu, berupaya untuk menerapkan kebijakan sendiri meski itu berisiko. “Keselamatan nyawa pasien itu yang lebih utama,” katanya.
Warga Desa Naru Kecamatan Woha, Emi, mengaku selalu dibantu oleh pihak Puskesmas Woha saat rawat inap. Dia mengaku berasal dari keluarga tidak mampu dan meminta kebijakan dari pihak Pukesmas Woha agar dapat meringankan biaya berobat. “Karena bantuannya, kebiasaan untuk membawa anak saya ke dukun tidak lagi dilakukan,” ujar Emi saat membawa anaknya ke Pukesmas Woha.
Sebelumnya, jika suhu badan anaknya panas, membawa ke dukun di sekitar tempat tinggalnya, hanya dengan bermodalkan sebungkus gula. Tetapi, setelah diarahkan oleh dokter tentang berbagai gejala penyakit, akhirnya sadar. “Sekarang sedikit panas sudah dibawa ke Puskesmas, siapa tahu malaria,” tuturnya. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















lalu bagaimana kbar pncalonan Busrah ...
Siapapun yang kemudian akan memimpin ...
Kami dari pemuda maluk akan memperjua...
Kami dari pemuda maluk akan memperjua...