Kota Bima, Sumbawanews.com.-
Setelah merazia sejumlah warung makan awal Ramadan lalu, Sat Pol PP Kota Bima, dalam waktu dekat akan melakukan hal yang sama. Hal itu sampaikan oleh Kepala Satuan Pol PP Kota Bima, Drs H Hadi.
Selain merazia rumah makan yang buka siang hari, katanya, Pol PP bersama aparat kepolisian, akan membidik pelacur, termasuk sweeping terhadap tempat hiburan, seperti kafe. Termasuk menggeledah toko yang menjual petasan dan minuman meras (miras).
“Semuanya akan kita tertibkan, PSK yang berkeliaran dan rumah makan yang masih buka siang hari, karena itu menggangu orang lain yang sedang berpuasa,” katanya di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Senin (8/9).
Dikatakannya, rumah makan dan kafe boleh saja buka selama Ramadan, hanya saja tidak boleh mencolok. Hal itu sesuai dengan surat himbauan Wali Kota Bima. “Boleh saja rumah makan bukan siang hari, tapi tidak boleh terang-terangan terbuka, karena akan mengganggu orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Lapangan Sat Pol PP Kota Bima, A Rahman, Ssos, menambahkan awalnya operasi diagendakan tiap hari, namun padatnya kegiatan Pol PP sehingga tidak berjalan. Namun, Pol PP tetap bertugas walaupun secara individu.
“Walaupun kami tidak turun secara bersamaan, namun masing-masing anggota turun memantau mengawasi, jika ada pelanggaran yang kami lihat di lapangan langsung kami tertibkan,” ujarnya.
Untuk operasi petasan, katanya, hingga Pol PP masih memastikan lokasi distributornya. Petasan yang dimainkan oleh anak-anak banyak yang sudah disita. “Toko yang menjualnya masih kami cari,” katanya.
Mengenai dugaan sejumlah lokasi digunakan berbuat mesum, namun Pol PP tidak mempunyai kewenangan menertibkannya. “Kalau di bawah jam sepuluh tidak bias kami tertibkan, hanya yang di atas jam sepuluh yang dapat kami tertibkan, karena tidak aturan yang mengatur itu,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, pada hari biasa Pol PP tidak akan menyisir hotel. Dikuatirkan akan menyebabkan turunya tingkat hunian. Sesuai pengalaman tahun lalu, turis tujuan ke pulau Komodo enggan singgah di Kota Bima karena hal itu. “Tapi kalau memang ada laporan yang masuk ke kami adanya pasangan haram, akan kami tertibkan,” tandasnya. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















nanta pak mas'ud keras dunia na pe.ba...
.......... TUNTAS bErSIh kOOrUpSSiiii...
Ini yang benar,, apa yang menjadi ket...
Pak Umar Hasan berani berdasarkan buk...