Jumlah kuota penerima kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk Kota Bima, sebanyak 35.124 jiwa. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan dengan warga miskin yang ada. Diperkirakan masih ribuan orang yang belum terakomodir.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, dr H Herta Bhumi Riyanto, kepada Bimeks, Selasa (9/9).
Jumlah itu, katanya, ditentukan sendiri oleh pemerintah pusat, pendataan menggunakan data dari Badan Pusat Satatistik (BPS) Kota Bima berdasarkan petunjuk dari Departemen Kesehatan (Depkes). Dikes tidak bisa keluar dari petunjuk itu. Hanya saja, mempertajam identitas warga dari data BPS. Masalah PNS yang ikut kecipratan Jamkesmas, itu karena data yang dimiliki BPS. Dalam hal data, secara demografi akan selalu terjadi perubahan.
Diperkirakannya, masih ada sekitar 6.000 jiwa yang belum mendapatkan Jamkesmas dan diharapkan sisanya dapat ditanggulangi oleh pemerintah daerah. “Seperti halnya di Yogyakarta, bagi warga yang tidak kebagian Jamkesmas, mendapat Jaminan Kesehatan Daerah,” katanya di Dikes Kota Bima.
Untuk kartu kesehatan atau Askeskin, katanya, sudah tidak berlaku lagi sejak 1 September 2008 lalu. Mereka yang dilayani oleh rumah sakit adalah pemegang kartu Jamkesmas. Setiap rumah sakit telah memiliki data tersebut, bagi warga yang berobat akan dicocokkan datanya dengan di komputer. “Kartu Jamkesmas ini bisa digunakan untuk rumah sakit mana saja, tanpa perlu rujukan,” katanya.
Dari catatan sementara, kata dia, sekitar 20 kartu Jamkesmas ditahan, karena pemiliknya ternyata berstatus PNS dan ada juga anggota polisi. Masa berlaku kartu tersebut, hingga Desember 2008. Untuk berikutnya, akan dilakukan pendataan ulang agar tidak terjadi salah sasaran penerima Jamkesmas.
Diharapkannya, perlu adanya tim pendata yang melibatkan Bappeda, BPS, Dikes, dan Bulog. Pasalnya, masing-masing memiliki persepsi yang beda tentang kriteria kemiskinan. Perlunya disatukan persepsi, untuk menjamin validitas data. Untuk kartu yang dikembalikan, ternyata tidak bisa diusulkan untuk diganti.
Pasalnya, kata dia, akan ada pendataan ulang. Keterbatasan kuota harus segera dicarikan solusinya oleh Pemkot Bima. Hal itu telah diusulkannya dan tengah dibahas oleh Pemkot Bima. Herta memperkirakan, jumlah jiwa yang akan mendapatkan Jamkesmas bisa mencapai 50 ribu jiwa. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















perang ue
Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...