Proses pencontrengan di KPPS 9 Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima sempat diprotes oleh warga setempat. Masalahnya, anggota KPPS dicurigai mengarahkan warga agar memilih pasangan tertentu. Akibat protes itu, pemungutan suara sempat terhenti beberapa waktu.
Rusli Nuhung, warga memrotes sikap KPPS itu, menduga ada upaya mengarahkan warga agar memilih calon tertentu. Tata cara pemungutan suara juga dinilai berbeda dengan TPS lainnya.
Kronologis kejadian, kata Rusli, saat menunggu panggilan, berdasarkan antrean pada urutan ke-15 dan sudah ada 10 orang yang mencontreng. Saat memanggil warga, Ketua KPPS, Rusdin, dilihatnya membuka surat suara sebelum menyerahkannya kepada pemilih.
“Saat membuka surat suara, Ketua KPPS-nya menunjuk-nunjuk gambar calon nomor 2 dengan menyatakan contreng satu kali. Ini kan tidak boleh menggiring warga memilih dan ini tidak jujur,” katanya kepada wartawan di Paruga, Rabu (8/7).
Rusli mengaku, sempat diprotes balik oleh petugas KPPS dan menanyakan kapasitasnya. Saat itu, menyatakan masyarakat lain boleh diperlakukan seperti itu, namun tidak dengannya. “Panwaslu juga sudah datang ke TPS 9,” ujarnya.
Setelah memberikan hak suara, Rusli mengaku berkeliling ke TPS sekitarnya untuk mengecek apakah cara kerja KPPS sama dengan TPS 9. Namun, rupanya di TPS lain pemilih diberikan surat suara, tanpa harus dibuka lebih dahulu oleh KPPS.
Bagaimana pengakuan Ketua KPPS 9 Paruga, Rusdin? Dia membantah pengakuan Rusli dan tidak merasa terlibat dalam penggiringan pemilih. Diakuinya, sebelum memberikan surat suara, di depan pemilih dibuka dan diperlihatkan dan disarankan mencontreng satu kali.
“Tidak benar saya menyuruh memilih calon tertentu, saya melakukannya berdasarkan aturan dan kami bersikap profesional. Makanya kami dipercaya menjadi pelaksana Pemilu,” katanya.
Pantauan Bimeks, saat itu sejumlah anggota Kepolisian datang ke TPS 9 untuk memantau situasi. KPPS pun tidak lagi membuka lipatan surat suara, sebelum menyerahkannya kepada pemilih. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















apakah itu cerminan mahasiswa Sumbawa...
lebay bangat sich kalian semua....
javascript:JOSC_emoticon("
eeeeeeeeeeeeeee baing desa gedooooooooo