Warga yang rumahnya hancur diterjang banjir ini, kini bisa menempati rumah barunya yang berada di sekitar kantor camat Jereweh.
Camat Jereweh Ibrahim S.Sos MAP kepada wartawan mengatakan, pemerintah telah membangun 32 unit rumah yang diperuntukan bagi korban banjir Jereweh. Rumah ini dibangun oleh pemerintah daerah dengan dibantu oleh pihak ketiga. Untuk satu unitnya, warga mendapat lahan 1,5 are, dimana untuk pembangunannya pemda KSB menyumbang 10 juta berupa material dan PT NNT membantu 5 juta.
Dari 32 unit rumah tadi, baru 5 Kepala Keluarga (KK) yang telah menempati rumahnya, sedangkan sisanya masih menunggu rampungnya pembangunan. Dari pihak pemerintah provinsi, rencananya akan memberikan bantuan kepada warga berupa material senilai 10 Juta.
Hanya saja, bantuan ini belum diterima warga karena masih dalam proses tender di provinsi. “Karena bantuan pemprov belum turun, pemilik rumah belum mampu menyelesaikan pembangunan rumahnya,” ujar Ibrahim.
Untuk warga yang tidak mau direlokasi karena bertahan membangun kembali rumahnya, pemerintah juga memberikan bantuan yang sama berupa material senilai jumlah yang sama. “Ada 10 KK yang membangun kembali rumahnya ditempat semula, mereka diberikan bantuan berupa material,” katanya.
Masih menurut Ibrahim, sejak kejadian banjir Jereweh beberapa waktu lalu, warga yang rumahnya hancur diterjang banjir hidup dalam penggungsian. Ada yang menggungsi dirumah tetangganya, ada pula yang dirumah keluargannya. (Cep)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...