Sejumlah warga miskin di Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda yang berharap mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, akses bagi mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tak bisa terpenuhi. Kartu itu mereka curigai dimusnahkan pihak kelurahan setempat.
Ada apa gerangan? Sejumlah waga menduga kartu Jamkesmas sengaja dimusnahkan pihak kelurahan setempat tanpa alasan yang jelas. Padahal, pada sisi lain, warga sangat berharap mendapatkan kartu tersebut. “Sangat kami sesalkan, mengapa saat masyarakat sangat butuh kartu jamkesmas, pihak kelurahan justru memusnahkan, kalau dibagikan bisa kami gunakan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (9/1) lalu.
Warga mengaku sudah terdata sebagai penerima kartu Jamkesmas saat petugas Dinas Kesehatan (Dikes) beberapa waktu lalu. Namun, bukannya kartu yang mereka dapat, sebagian warga terpaksa gigit jari karena kartu yang semestinya diterima justru dimusnahkan.
Bagaimana pengakuan pihak Kelurahan Lewirato? Lurah Lewirato, Drs Wirye, kepada wartawan membantah tudingan warga itu. “Tidak ada kami memusnahkan kartu Jamkesmas itu, yang ada kami kembalikan kepada Dikes,” tepisnya di kantor Lurah Lewirato, Jumat (9/1).
Diakuinya, terpaksa mengembalikan kartu Jamkesmas kepada Dikes karena ada sebagian besar yang ganda. Sebagiannya sudah dibagikan sesuai dengan data yang ada. “Kemungkinan, kartu itu ganda karena kesalahan pendataan yang dilukakan pendataan,” ujarnya.
Saat pendataan, sambung Wirye, pihak kelurahan tidak dilibatkan oleh petugas Dikes, sehingga memicu banyaknya kesalahan nama atau nama ganda. “Nama yang ganda nggak mungkin kami bagikan, jadi kami kembalikan ke Dikes,” katanya.
Katanya, dari 500 Kepala Keluarga (KK), sebanyak 150 kartu Jamkesmas yang dikembalikan kepada Dikes karena kesalahan pendataan. Kemungkinan kesalahan itu, ketika Lewirato masih belum dimekarkan dengan Penatoi. “Terkait kesalahan itu, kami sudah mengajukan ke Dikes pengganti yang dianggap layak menerimanya,” katanya. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...