Pasca-menyandang status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), SMPN 1 Kota Bima mulai menerapkan kebijakan baru. Salah satunya pengurangan kuota jumlah siswa baru. Jika sebelumnya siswa yang diterima 40 siswa/kelas, maka tahun ini sekolah itu hanya membuka delapan kelas baru dengan alokasi 24 siswa/kelas.
Kepala SMPN 1 Kota Bima, Abdul Karim, MPd, mengatakan, kebijakan baru itu ditempuh merujuk petunjuk pelaksanaan RSBI. “Mulai tahun ini jumlah siswa kita padatkan menjadi masing-masing 24 siswa per kelas untuk 8 kelas yang kita buka,” ujar Karim di sekolah setempat, Kamis (9/7).
Diakuinya, sesuai petunjuk, kriteria dan kuota penerimaan siswa baru sepenuhnya ditentukan sendiri oleh pihak sekolah. Demikian juga untuk standar kenaikan kelas dan kelulusan bisa diatas sekolah lain yang non-RSBI. “Sebenarnya, memang standarnya bisa di atas sekolah lain hal itu bergantung dari sekolah sendiri jika memang mampu,” katanya.
Menurut Karim, secara umum persiapan SMPN 1 Kota meraih status permanen sebagai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) hampir 100 persen. Hal itu dilihat dari sejumlah fasilitas pendukung yang telah disiapkan, seperti lab bahasa, lab multimedia dan lab komputer. Selain itu, kualifikasi pendidik yang sudah memenuhi ketentuan SBI.
Katanya, sejak tahun lalu seluruh guru MIPA sudah diarahkan untuk menguasai bahasa Inggris. “Untuk verifikasi oleh tim SBI sudah dua kali, kita tinggal tunggu MoU-nya saja, maka statusnya bisa menjadi SBI,” katanya. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















eeeeeeeeeeeeeee baing desa gedooooooooo
jangan ngaku baing desa kalau anda ti...
jangan ngaku baing desa kalau anda ti...
haaaaaa ap gk slh gede bnr,,,,