Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Jumlah Siswa SMPN 1 Kota Bima Dikurangi

Jumlah Siswa SMPN 1 Kota Bima Dikurangi

E-mail Cetak PDF
Kota Bima, Sumbawanews.com.-
    Pasca-menyandang status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), SMPN 1 Kota Bima mulai menerapkan kebijakan baru. Salah satunya pengurangan kuota jumlah siswa baru. Jika sebelumnya siswa yang diterima 40 siswa/kelas, maka  tahun ini sekolah itu hanya membuka delapan kelas baru dengan alokasi 24 siswa/kelas.
    Kepala SMPN 1 Kota Bima, Abdul Karim, MPd, mengatakan, kebijakan baru itu ditempuh merujuk petunjuk pelaksanaan RSBI. “Mulai tahun ini jumlah siswa kita padatkan menjadi masing-masing 24 siswa per kelas untuk 8 kelas yang kita buka,” ujar Karim di sekolah setempat, Kamis (9/7).
    Diakuinya, sesuai petunjuk, kriteria dan kuota penerimaan siswa baru sepenuhnya ditentukan sendiri oleh pihak sekolah. Demikian juga untuk standar kenaikan kelas dan kelulusan bisa diatas sekolah lain yang non-RSBI. “Sebenarnya, memang standarnya bisa di atas sekolah lain hal itu bergantung dari sekolah sendiri jika memang mampu,” katanya.
    Menurut Karim, secara umum persiapan SMPN 1 Kota meraih status permanen sebagai Sekolah Bertaraf  Internasional (SBI) hampir 100 persen. Hal itu dilihat dari sejumlah fasilitas pendukung yang telah disiapkan, seperti lab bahasa, lab multimedia dan lab komputer. Selain itu, kualifikasi pendidik yang sudah memenuhi ketentuan SBI.
    Katanya, sejak tahun lalu seluruh guru MIPA sudah diarahkan untuk menguasai bahasa Inggris. “Untuk verifikasi oleh tim SBI sudah dua kali, kita tinggal tunggu MoU-nya saja, maka statusnya bisa menjadi SBI,” katanya. (BE.17)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...