Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 16.00 Wita dan sempat menyita perhatian para pengunjung dan masyarakat pantai goa yang sedang asyik menikmati keindahan pantai pada sore hari.
Menurut saksi mata yang juga merupakan Kepala UPTB Persampahan BPM-LH Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin S. Sos MT menjelaskan, lumba – lumba malang tersebut awalnya terlihat terlihat terhuyung - huyung dipinggir pantai sekitar pukul 16.00 Wita.
Dirinya beserta sejumlah anggota pasukan kebersihan kota telah berupaya untuk mengembalikan ikan tersebut ke tengah laut. Namun, ikan dengan bobot 150 kilogram dan panjang sekitar dua meter tersebut tidak berdaya untuk kembali ke laut luas, malah sebaliknya kembali lagi terseret arus ke bibir pantai, hingga akhirnya mati lantaran kehabisan tenaga.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa, Ir. Junaidi yang juga berada dilokasi kejadian mengatakan, ada kemungkinan ikan lumba – lumba tersebut mati karena kehabisan tenaga.
Pasalnya, perut ikan yang tersebut terlihat kempis dan diperkirakan lumba – lumba malang tersebut tidak makan selama dua minggu. Selain itu lanjut Junaidi, terlihat pula mulut ikan yang nampak terluka, bahkan lidahnya telah mengalami pembusukan. Hal tersebut kemungkinan besar dikarenakan ikan itu terlibat perkelahian hingga akhirnya melarikan diri ke wilayah perairan pantai goa.
Dijelaskannya, memang untuk di wilayah perairan teluk saleh, populasi ikan lumba - lumba cukup banyak. Dirinya berharap agar hal seperti ini tidak terjadi lagi, karena hewan tersebut merupakan salah satu spesies yang dilindungi. (loek)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...