Bima, Sumbawanews.com.-
Naiknya harga sejumlah sembilan bahan pokok (Sembako) ikut memicu harga bandeng naik. Jika sebelumnya harga bandeng berkisar Rp10 ribu/8 ekor, kini harga bandeng di sejumlah pasar di Bima naik menjadi Rp20 ribu/6 ekor.
Pantauan Bimeks, harga bandeng yang dijual di pasar raya Bima, Belo, dan pasar sore Bolo, nyaris sama. Sejumlah
pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga bandeng untuk menghadapi kebutuhan saat lebaran 1 Syawal 1429 H mendatang. “Harga bandeng tak hanya di pasar sini saja (psar Sila, Red) yang naik, di pasar lainnya juga semuanya pasti naik, karena dari pemilik empangnya menaikkan harga bandeng,” ujar Ramlah, salah satu penjual bandeng di pasar
sore Sila, Sabtu (6/9).
Tak ayal,perubahan harga tersebut membuat sebagian ibu rumah tangga (IRT) geregetan. “Kalau sekarang, kita masih-mikir kalau mau belanja, mana yang lebih penting
dulu,” ujar Rini, salah satu warga Rato.
Ina, warga Desa Kananga Kecamatan Bolo, mengaku terpaksa berhenti mengonsumsi bandeng untuk sementara waktu. “Kalau belanja bandeng yang mahal saat ini, bisa-bisa tidak ada uang untuk Lebaran besok, masih ada ikan yang lebih
murah,” ujarnya di pasar sore Sila, Sabtu lalu.
Ina berharap agar penjual ikan tidak ikut-ikutan menaikkan harga jualannya saat Ramadan, karena hampir seluruh jenis
barang naik. “Kita tau semua butuh uang kalau Ramadan, apalagi mau dekat Lebaran, kalau naiknya jangan banyaklah,” harapnya. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























SIL, ekonomi manufaktur? Istilah apaa...
siapa bilang separuh Kursi kosong.......
AMAN blampa ntang Pak wahyu jawa jaka...
betul...... jangan hanya melihat harg...
saya jd bingung dg berbagai statement...