Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita FPT: Ada Dugaan Konspirasi Legislatif dan Eksekutif KSB

FPT: Ada Dugaan Konspirasi Legislatif dan Eksekutif KSB

E-mail Cetak PDF
Mataram, SumbawaNews.Com – Desakan Front Pemuda Taliwang (FPT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat melakukan aksi ke Kantor DPRD KSB yang mempertanyakan pembahasan APBD 2010 tidak berpihak kepada petani dan pengangguran serta APBD KSB 2009 tidak berpihak kepada rakyat, diamini Ketua DPRD KSB, Manimbang Kahariady untuk melakukan pertemuan pada hari Jumat (7/8) dengan mengundang Bupati KSB.
Aksi FPT yang dimotori Ketua Harian Toni Marga Putra, MS., itu juga mempertanyakan persoalan divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT) senilai Rp4,1 triliun serta dugaan gratifikasi pembangunan Tugu Syukur senilai Rp2 miliar.
“Bupati KSB harus dihadirkan kegedung dewan untuk diminta pertanggungjawabannya terkait dugaan-dugaan ini,” kata Toni dalam orasinya saat aksi di Gedung DPRD KSB.
Sesuai hari yang ditentukan pihak DPRD KSB yang akan melakukan pertemuan pada hari Jumat (7/8) dengan menghadirkan Bupati KSB, ternyata pada hari tersebut Ketua DPRD KSB, sudah tidak berada di tempat.
Kenyataan ini membuat pihak FPT yang secara resmi mendapat undangan mengaku kecewa, apalagi sejak awal sudah terlihat adanya rekayasa, dimana undangan diterima pihak FPT sekitar pukul 10.00 Wita, tapi dalam undangan pertemuan diselenggarakan pada pukul 09.00 Wita.
“Saat itu pihak DPRD KSB yang memberikan undangan mengatakan bahwa pertemuan diundur pukul 14.00 Wita usai paripurna. Tapi ternyata Ketua DPRD KSB, Manimbang Kahariyady sudah tidak berada di tempat,” ujar Toni kesal.
Ketua DPRD KSB, yang dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya tidak menjawab telepon, begitu pula ketika dilakukan konfirmasi melalui sort massage service (SMS), tidak ada jawaban.
Dalam press release FPT yang ditandatangani Ketua Harian FPT, Toni Marga Putra, MS dan Sekjen FPT, Bulyadi H. Bachtiar menyikapi inkonsistensi DPRD KSB terhadap agenda yang sudah disepakati bersama FPT menegaskan adanya dugaan konsfirasi antara eksekutif dan legislatif KSB.
“Dengan jelas sekali kami melihat ada konsfirasi antara eksekutif dan legislatif, khususnya terkait persoalan divestasi saham PT. NNT. Karena dalam dialog sebelumnya (Senin, 3/8) DPRD KSB sudah mengagendakan untuk mengundang FPT dalam acara hearing dengan eksekutif pada hari Jumat tanggal 7 Agustus,” kata Toni.
Namun, kata Toni, secara nyata Ketua DPRD KSB dan Bupati KSB hilang pada hari yang bersamaan tanpa ada alasan yang jelas. “Begitu juga dengan kesengajaan Sekretaris Dewan KSB yang mengubah jadwal hearing tanpa pemberitahuan kepada FPT. Padahal hearing tanggal 7 Agustus adalah sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan FPT dengan aksi demonstrasi di Gedung DPRD KSB tanggal 3 Agustus lalu,” tegasnya.
Atas kejadian itu, lanjut Toni didampingi Bulyadi H. Bachtiar, membuktikan bahwa korupsi di KSB sangat menggurita, kalkulatif dan sistematis yang melibatkan jajaran elit politik dan birokrasi KSB.
“Dengan berbagai dugaan itu, maka FPT memandang perlu untuk kembali bergerak melakukan aksi demonstrasi dengan kekuatan massa yang lebih besar demi menegakkan kebenaran dan keadilan di Sumbawa Barat,” tandas Toni.(sn-02)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
bonong  - jakarta   |114.59.131.xxx |01-10-2009 23:14:14
kalau mau demo ke jakarta aja biar masuk TV trus KPK nonton...nah pasti diusut itu
 

Editorial

Illegal Mining Tetap Berlangsung
11/07/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Sumbawa, Sumbawanews.com.- Meskipun Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengeluarkan peringatan keras akan menindak tegas pelaku illegal mining di O;lat Labaoang Kecamatan Lape, tetapi peringatan itu t [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
30/07sayapa rungan
29/07akihiroketika tentara jepang kalah pada perang dunia II..jepang di wajibkan menyerahkan seluruh harta rampasan perang kpd sekutu di hawaii... 3 kapal perang jepang yang membawa harta rampasan berupa emas, permata dan kekayaan kerajaan2 di asia tenggara hilang dlm perjalanan menuju hawaii... di sinyalir ketiga kapal itu sengaja di tenggelamkan di pantai selatan sumbawa.. seluruh harta di masukkan kedalam gua di tengah hutan sumbawa..seluruh pasukan dan harta tersebut di bom bersama2 dlm gua tersebut... foto satelite nasa menunjukkan ada gundukan logam mulia di daerah dodo..itulah mengapa newmont berkeras memperluas wilayah tambangnya ke daerah tersebut... krn di belakang newmont ada raksasa keuangan jepang bernama sumitomo..yg berniat mencari harta tersebut..
29/07jackharta karun itu di kuasai ghoib... begitu pula emas..dia kan muncul di suatu daerah tertentu.... kemudia pada saatnya nanti dia akan hilang lg.... jd mumpung lg muncul..ya serbuuuuuuuuuuuu
29/07isdjsiayas
29/073321boddddddddo
29/073321:)
29/07hendrotak sabar ingin melihat sumbawa lebih maju dari daerah lain
29/07oriebuktikan!
29/07bosangsekali AN-NUR tetap AN-NUR menang!!!
29/07dewi gi mna cara qta cara masukin baesiswa ke pt.newmont
29/07MukhlisNonda ade nonda pang tana Samawa
29/07MukhlisRoa gama balong tana samawa pang tin-tin amgkang mudi....Amin...
28/07SryOlat cabe adlh calon lokasi penambangan. tp sayang Bupati sudah meneken bln 4 kmrn tanpa pengetahuan Rakyat. Apakah Anda msh mw bilang LANJUTKAN......?
28/07ivanmau sampai kapan lingkungan kita tercemar?karna penambangan ilegal di olat labaong... apa tidak mikir dampak apa yang akan kita rasakan?
28/07lipensemoga masyarakat yang melakukan penambangan ilegal di olat labaong diberi kesadaran oleh tuhan.... janganlah anda merusak kelestarian alam dengan kesenangan jangka pendek