Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Bima, membantah jika benih padi sebanyak 37,5 ton dibeli dari luar daerah. Bibit itu diberikan oleh pemerintah pusat melalui Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU). Artinya, bukan proyek pengadaan Distanak, seperti yang dicurigai oleh Gapoktan.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura, Distanak Kota Bima, Zainal Abidin, mengatakan tidak ada pengadaan bibit oleh dinas, pengadaan itu dari Departemen Pertanian melalui pihak ketika PT Pertani, salah satu BUMN. Kota Bima mendapat jatah untuk itu dan akan dibagikan dengan rincian 25 kilogram (kg)/hektare (ha). Jumlah itu dinilai masih kurang, karena kebiasaan petani di Kota Bima menggunakan rata-rata antara 30 hingga 40 kg/ha.
“Informasi yang diperoleh penangkar keliru, jika kami yang adakan, pastikan akan membeli benih padi lokal,” katanya kepada Bimeks di Distanak Kota Bima, Selasa (9/9).
Penangkar lokal, katanya, tidak perlu kuatir. Pastinya, benih mereka akan laku, bahkan kemungkinan tidak dapat memenuhi permintaan pertani, khususnya saat musim tanam. Di NTB, PT Pertani memiliki dua pabrik pengada benih, satu di Lombok dan satunya di Sumbawa. Untuk kebutuhan benih NTB sebanyak 10.000 ton. “Sementara PT Pertani hanya bisa memenuhi 1.500. Makanya benih yang di-drop ke Bima labelnya Sumbawa,” katanya.
Di sinilah, kata dia, peluang besar yang dimiliki penangkar, karena peluang pasarnya masih sangat terbuka. Bahkan, Kota Bima pernah mengirim benih ke NTT, demikian juga permintaan dari petani Kabupaten Bima cukup besar.
Pemberdayaan petani, kata dia, memang menjadi prioritas Distanak. Adanya BLBU dari pemerintah pusat tidak perlu dikuatirkan mengancam peluang pasar. Sebenarnya sudah diusulkan agar program BLBU membeli bibit petani lokal, namun tidak disetujui.
Sementara itu, Kepala Distanak Kota Bima, Ir Hj Rini Indriani, mengatakan pihaknya tidak mungkin akan menyengsarakan petani penangkar. Jika ada proyek pengadaan, pastinya akan diutamakan. “Namun, yang ini bantuan benih dari pusat, kami hanya diminta menyiapkan lahan,” jelasnya. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























SIL, ekonomi manufaktur? Istilah apaa...
siapa bilang separuh Kursi kosong.......
AMAN blampa ntang Pak wahyu jawa jaka...
betul...... jangan hanya melihat harg...
saya jd bingung dg berbagai statement...