Pascapemeriksaan sejumlah Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima bakal mengecek status kelayakan operasional seluruh perusahaan air minum isi ulang, dalam waktu dekat ini.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dikes Kota Bima, Jurfin, SSos, menyebutkan, langkah pengujian itu dilakukan untuk memastikan keberadaan dan kelayakan sejumlah air isi ulang yang beroperasi di Kota Bima. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan mengecek seluruh perusahaan air minum isi ulang yang ada,” ujar Jufri di Dikes Kota Bima, Selasa (16/6).
Jufri mengatakan, kendati perusahaan air minum isi ulang di Kota Bima banyak, hingga saat ini hanya satu perusahaan yang baru mengantungi ijin resmi dari Dikes. Padahal, legalitas ijin itu diperlukan untuk memastikan air yang dijual layak dikonsumsi. “Dari sembilan air minum isi ulang, baru Kujang saja yang sudah kantungi ijin dari kami, sisanya belum,” katanya.
Menurutnya, sesuai aturan, secara periodik seluruh AMDK wajib memeriksakan contoh air baku dua kali sebulan dan memeksiksa air proses atau air jadi dalam sekali sebulan di laboratorium yang sudah memenuhi standar uji kelayakan.
“Selain itu, mereka juga harus memeriksa sample air minum itu di laboratoriumnya, makanya perusahaan air minum perlu memiliki standar,” katanya.
Jufrin memastikan akan bertindak antisipatif, mengawasi, dan mengevaluasi keberadaan seluruh AMDK dan air minum isi ulang di Kota Bima, termasuk AMDK dari luar daerah yang didistribusikan di Kota Bima untuk memastikan kelayakannya.
Sebelumnya, Dikes Kota Bima sempat menguji contoh air baku AMDK Mori, hasilnya mengandung clorotinja dan coliform yang melampaui ambang batas. Namun, belakangan dibenahi perusahaan itu, menyusul inspeksi mendadak (Sidak) Wali Kota Bima dan keluhan dari sejumlah konsumen. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















turut berduka cita yang mendalam,semo...
Semoga amal ibadah beliau diterima di...
Sekelumit masalah pembangunan di KSB ...
Semoga Amal Ibadah Beliau diterima AL...
jika dialog sudah nggak bisa lagi, me...