Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Berita Delapan Siswa SMPN 6 ‘Diusir’

Delapan Siswa SMPN 6 ‘Diusir’

E-mail Cetak PDF
Kota Bima, Sumbawanews.com.-
 Lantaran belum mampu membayar uang komite sekolah, Imamudin, siswa kelas II A SMPN 6 Kota Bima dan tujuh temannya harus rela ‘diusir’ dan interogasi gurunya saat ulangan umum. Peristiwa itu terjadi  Senin (8/6).
   Imamudin mengaku, bersama tujuh siswa lainnya diperintahkan oleh gurunya keluar ruang kelas saat ulangan masih berlangsung. “Saat itu saya juga yang mau diusir, mau disuruh keluar karena belum bayar uang komite,” ungkap Imanudin kepada wartawan di Monggonao, Selasa  (9/6).
 Imanuddin bersyukur saat hendak diusir keluar, telah menyelesaikan lembar jawaban ulangan pada hari pertama itu. Namun, beberapa temannya diperintahkan keluar sebelum merampungkannya. “Saya langsung lari, karena takut. Tapi, untungnya sudah selesai jawab soal, lembar jawaban langsung jawaban langsung saya kumpulkan kepada guru walaupun setelah itu disuruh keluar ruangan,” katanya.
 Bagaimana reaksi orang tua Imamudin,  Siti Safrani? Dia mengaku kecewa dengan sikap guru SMPN 6 Kota Bima yang mengeluarkan anaknya saat mengikuti ujian. “Kami akui belum bayar uang komite karena keadaan, tapi apa tidak ada kompensasi. Di televisi sering diiklankan pendidikan gratis. Kalau punya uang, pasti kami bayar,” protes Safrani.
 Diakuinya, keadaan ekonomi keluarganya memang serba kekurangan. Selama ini terpaksa tinggal di kos, karena hanya mengandalkan pekerjaan sebagai guru honor dan sendirian mengasuh putranya itu (single parent). “Memang kita sempat diingatkan karena belum bayar, niat kami juga mau nyicil kalo punya uang. Tapi masa karena belum bisa bayar anak saya dikeluarkan saat ikuti ulangan?” katanya.
 Kendati hidup dalam serba kekurangan, diakui Safriani, masih beruntung, putra tunggalnya itu tetap menjadi juara kelas. Di luar jam sekolah, Imanudin juga membantunya sebagai pemberi pakan kuda tetangganya.
 Dihubungi terpisah, Kepala SMPN 6 Kota Bima, HM Sidik Ridwan, SPd mengaku belum menerima laporan dari guru dan orang tua murid soal ‘pengusiran’ siswa saat ulangan umum hari pertama itu. “Sampai saat ini kami belum memperoleh laporan berkaitan dengan itu, baik guru maupun orang tua siswa,” katanya di SMPN 6 Kota Bima, Selasa (9/6).
 Sidik mengaku tidak pernah mewajibkan siswa membayar uang apapun agar dapat mengikuti ujian, termasuk uang komite. “Tidak ada ceritanya siswa di sini tidak bisa mengikuti ujian karena tidak bisa membayar uang komite maupun uang lainnya,” katanya.
 Diakuinya, berdasarkan pengakuan guru di sekolah setempat, Imanuddin memang sering menjadi juara di kelasnya. (BE.17)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
16/03anetlema mo sebalong ola btn bukit permai ne.!!
16/03wirman84kyai idak hebat
15/03 jogangKabupaten sumbawa barat ini kabupaten yang kcil.tapi banyak uangnya,,tambawa barapi kemana uang yang banyak itu..
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as