Sebanyak 268 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang tercatat menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tak mengambil haknya karena berbagai alasan. Sayang, dana itu pun “hangus” dan dikembalikan ke kas negara.
Dari 268 RTM itu, 148 RTM dari Kabupaten Bima, Kota Bima 35 RTM, dan Dompu 85 RTM. Ketiga wilayah itu dibawah pengawasan PT Posindo Cabang Bima.
Mengapa dana yang ditunggu-tunggu itu dikembalikan? Ketua Satgas Penyaluran BLT, Haidir Sofian, menjelaskan, alasan pengembalian uang negara itu lantaran nama-nama mereka sudah dinyatakan pindah tempat tinggal, meninggal dunia, dan berakhirnya masa pembayaran yang ditentukan hingga Sabtu (30/5) lalu. “Mau tidak mau sisa uang itu kami kembalikan ke kas negara,” ujar Haidir di Posindo Bima, Selasa (2/6).
Diungkapkannya, hingga Sabtu lalu dana BLT untuk RTM Kota Bima yang sudah dibayarkan lebih dari Rp1,9 miliar, Kabupaten Bima lebih dari Rp10,3 miliar, dan Kabupaten Dompu lebih dari Rp5,5 miliar. “Kabupaten Bima terbanyak karena banyak penduduknya,” ujarnya.
Katanya, saat ini PT Posindo Bima sedang memroses segala administrasi berkaitan dengan pembayaran BLT, menyortir nma-nama yang sudah tidak menerima BLT karena meninggal dunia dan pindah tempat tinggal.
Menurutnya, untuk mengonfirmasi silang ke tingkat bawah, tidak perlu dilakukan Posindo Bima, karena ada kerjasama dengan pemerintah desa saat ini. Bila ada RTM yang belum dibayarkan akan dilaporkan langsung oleh pemerintah desa.
Selama pembayaran BLT, katanya, tidak ada kendala yang berarti. Sistem baru tanpa kupon ini dinilainya lebih praktis dan tidak memberatkan petugas. Sekarang RTM diminta mengambil surat pengantar atau nomor antrean di desa, baru menebus BLT ke Posindo. Saat penggunaan kupon, pagi hari Posindo sudah diserbu penerima BLT. Akibatnya para petugas kewalahan melayani pembayaran. “Meski telah diatur, masyarakat tetap saja serentak pingin cepat, kita jadi kewalahan,” ujarnya.
Diungkapkannya pula, tahun ini ada beberapa desa yang dibantu diantarkan langsung ke wilayahnya. Di Kota Bima beberapa kelurahan seperti Dodu, Nitu, Oi Fo’o, dan lainnya. Di Kabupaten Bima yang diantar langsung adalah wilayah Langgudu dan sekitarnya. Sebagian besar wilayah terpencil dan tidak ada kantor Posindo yang mudah dijangkau. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



















Kami dari pemuda maluk akan memperjua...
Kami dari pemuda maluk akan memperjua...
Dilimetasi memang, tapi insya Allah A...
sekedar mluruskan status pak Syahdan,...