Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Berita Buntut Jamkesmas, Kantor Lurah Penaraga Dipalang

Buntut Jamkesmas, Kantor Lurah Penaraga Dipalang

E-mail Cetak PDF

Kota Bima, Sumbawanews.com.-
    Sejumlah warga Penaraga Kota Bima, memalang kantor kelurahan setempat, Selasa (9/8) siang. Kejadian itu dipicu karena kekecewaan terhadap pembagian kartu Jaminan Kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Sehari sebelumnya, mereka mendatangi kantor kelurahan,  namun jawaban aparat tidak dinilai memuaskan.

    Kemarahan warga berawal dari beberapa orang menanyakan kepada bidan desa setempat yang terlibat mendata. Dari situ, massa menyimpulkan, Lurah Penaraga, Syafrudin, bertanggungjawab dalam pengurangan data penerima Jamkesmas.
    Tak pelak, Lurah pun menjadi sasaran. Namun, karena Lurah tidak ada di tempat, kantor kena getah dan dipalang. Pegawai yang sedang beraktifitas tertahan dalam kantor yang sudah dipalang itu.
    Wakil massa, Syamsudin, mengaku sebelumnya telah mencoba berkoordinasi dengan petugas pendataan dan mendapatkan jawaban, seluruh warga yang mendapat jaminan kesehatan pada tahun 2003 telah  terakomodir. Setelah itu, beranjak menuju kelurahan dan lurah pun mengakui dirinya telah mengurangi data itu sebanyak 400 orang.
    Diakuinya, hal itulah yang memicu kemarahan warga, sehingga dampaknya kantor Lurah menjadi sasaran. Tujuan kehadiran massa untuk menuntut lurah mempertanggungjawabkan tindakannya. “Lurah seperti ini tidak pantas untuk dipertahankan,” ujar Syamsudin di Kelurahan Penaraga, Selasa (9/9).
    Selain itu, katanya, dari sejumlah yang terdata, ada PNS yang bermobil yang terakomodir untuk mendapatkan Jamkesmas. Sejak 1 September lalu, banyak yang kesulitan untuk berobat, karena kartu Askeskin sudah tidak berlaku. Beberapa kali mencoba mengadukan hal itu kepada Lurah, tetapi hanya  menyarankan warga untuk bersabar.
    Katanya, Lurah tidak pernah terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Selain itu, berbagai masalah terjadi seperti penyaluran Raskin, dana PMPN yang disusul unjuk rasa di kantor Pemkot Bima.
    Dia menilai, dalam menetapkan penerima Jamkesmas, Lurah tidak netral, kebanyakan keluarga sendiri yang diakomodir.  Diungkapkannya,  tercatutnya PNS itu merupakan kesengajaan, sebab pendataan ulang baru dilakukan April lalu, sementara mereka sudah lama menyandang PNS. Dia berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi mereka dan menindak Lurah.
    Warga lainnya, Sumarni Damrin, mengaku terpaksa meninggalkan jualannya sejak dua hari terakhir ini untuk memperjuangkan nasibnya. Apalagi, biaya rumah sakit saat ini seakin meningkat. Jangankan untuk membeli obat-obatan, menyewa kamar saja susah. “Kalau tidak diperjuangkan hari ini, ke depan kami akan mati seperti anjing di jalanan karena tidak mampu berobat,” ujar Sumarni.
    Sekretaris Camat Raba, Muhamad Saleh, mengaku mendengar keributan itu dna langsung menanganinya. Dia  berjanji akan mengoordinasikannya dengan Dinas Kesehatan (Dikes). Katanya, masyarakat berhak menuntut keadilan, terutama warga miskin. “Percayakan kepada kami, hal ini akan dirembukkan,” ujarnya menanggapi puluhan pertanyaan massa.
    Kepala Dikes Kota Bima, dr H Herta Bhumi Riyanto, menjelaskan, aksi protes itu tidak hanya terjadi di Kota Bima, tetapi hampir di seluruh daerah. Diakuinya, ada kelebihan kuota dari yang ditetapkan BPS. Data yang disajikan BPS tidak sesuai dengan riil yang terjadi di lapangan. Mereka yang dicatat oleh BPS sebanyak 35.124 jiwa, sementara yang tidak terakomodir diperkirakan sekitar 6 ribu jiwa.
    Untuk mengantisipasi hal itu, katanya, yang belum tercakup harus ditanggung oleh pemerintah daerah. “Masyarakat resah hal yang wajar, mereka berhak menuntut hal itu,” ujar  Herta di kantor Pemkot Bima.
    Dijelaskannya data tahun 2008 ini sudah tidak bisa diganggu, sebab telah terakses di seluruh rumah sakit di Indonesia. Namun, bagi yang diketahui statusnya PNS, akan ditarik kembali. Lantaran masih banyaknya kekurangan dari pendataan itu, maka  pemerintah akan mendata ulang untuk tahun 2009 mendatang. (BE.18)

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
07/03Komunitas BABUJUInnalillahiwainnalillahiraziun, Komunitas BABUJU mengucapkan Turut Berduka cita yang mendalam atas Meninggalnya Walikota Bima, HM. Noer A. Latif (28 Okt 1951 - 7 Maret 2010). Semoga Keluarga, Sahabat, kerabat serta masyarakat Kota Bima diberikan ketabahan dan kesabaran... Amin Ya Rabb...
06/03sunandaraku bahwa islam adalah agama yang di ridhai allah??????
06/03Q_wimmungkinkah perubahan terjadi di suatu wilayah, apabila pemimpinnya tidak mengerti dengan keadaan ruang atau bahkan tidak mengindahkan aspirasi masyarakatnya
05/03lliii
03/03joe
03/03joe
02/03harymencari..
02/03mamadjadikan pulau sumbawa sebagai percontohan bagi daerah2 yang lain
02/03mamadbila ingin sukses dalam meniti kehidupan awali dengan kejujuran
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as