Pihak Badan urusan logistik (Bulog) Sub Divre Sumbawa diminta untuk segera melakukan sosialisasi harga gabah hingga tingkat petani. Hal ini diperlukan guna mengantisipasi anjloknya harga gabah akibat permainan harga yang dilakukan oleh pengusaha.
Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, Ir Abdul Karim, MS kepada sejumlah wartawan kemarin menyatakan, melihat kondisi yang berkembang belakangan ini ada kecenderungan harga gabah petani akan anjlok. Sementara hingga saat ini pihak Bulog Sumbawa belum mengeluarkan sosialisasi berkaitan dengan harga gabah.
Seperti tahun sebelumnya, lanjut Ir Karim pemerintah telah menetap harga gabah dengan adanya instruksi presiden No.1 tetang perberasan dengan harga gabah kering panen Rp 2200/ kg. sementara informasi yang berkembang harga gabah kering panen sudah mencapai level Rp 2400/kg.
‘’Sekarang ini petani kita sudah ada yang siap –siap untuk panen. Sosialisasi harga ini sangat penting. Terutama mengenai instruksi presiden tentang ketentuan harga dasar gabah, berikut jatah pengadaan gabah Bulog untuk kabupaten sumbawa tahun 2009,’’ ujarnya.
Dikatakannya, biasanya jatah pembelian Bulog hanya 10 persen dari kapasitas produksi petani, masih jauh dari kapasitas produksi petani. Diperkirakan dalam tahun 2009 ada peningkatan kapasitas produksi petani dengan adanya kelancaran pupuk serta curah hujan yang relatif bagus.
Sosialisasi juga dianggap penting, berkaitan dengan adanya kekhawatiran di kalangan petani permainan harga yang dilakukan pengusaha. Oleh karenanya perlu diefektifkan kembali lumbung pangan untuk mengantisipasi permainan tersebut. Selain itu gerakan ini juga untuk menampung kelebihan hasil produksi petani yang tidak dapat diserap oleh Bulog.
‘’Jika lumbung pangan efektif maka kelompok tani akan dapat mengarah kepada kelompok tani mandiri. Produksi yang berlebihan apalagi kapasitas pembelian bulog untuk menyerap gabah petani sangat terbatas, hanya sekitar 10 persen dari total kapasitas produksi petani kita di Sumbawa. Salah satu jawabannya adalah dengan mengefektifkan lumbung pangan,’’ tandasnya.
Ketika puncak panen petani nanti, kata Ir Karim MS peran pemerintah untuk mengamankan harga gabah sangat penting karena ada kemungkinan harga gabah petani akan anjlok. Apalagi melihat situasi yang berkembang sekarang ini..
Untuk itu harus ada inisiatif dari pemerintah daerah untuk turun tangan dengan melakukan operasi pasar. Fungsi Bulog sekarang tidak lagi hanya sebagai pengaman pangan atau fungsi sosial namun juga memiliki fungsi ekonomis. ‘’Bila perlu Bulog Sumbawa dapat menjadi pusat atau gudang beras nasional di NTB,’’ tukasnya.
Bulogpun harus berperan aktif menjalankan fungsi ekonominya agar gabah petani dapat terserap tidak hanya diserap oleh pengusaha yang membeli dibawah harga. ‘’Jadi Bulog nanti dapat memproses gabah tersebut menjadi beras, tidak hanya untuk raskin. Tapi bisa juga dijual keluar daerah,’’ paparnya.
Dengan demuikian kata dia, ada perputaran uang di tingkat petani dari penjualan gabah. Apabila pendapatan petani baik maka daya beli masyarakat tani akan meningkat. Dengan demikian kesejahtaraan petani juga dapat dicapai.(rif)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















eeeeeeeeeeeeeee baing desa gedooooooooo
jangan ngaku baing desa kalau anda ti...
jangan ngaku baing desa kalau anda ti...
haaaaaa ap gk slh gede bnr,,,,