Menyusul keputusan pemerintah pusat menambah waktu penyaluran beras untuk masyarakat miskin (Raskin) bagi masyarakat dari delapan bulan menjadi sepuluh bulan, Perum Bulog Sub-Divre II Bima menyiapkan penyaluran tambahan Raskin bagi masyarakat.
Kepala Perum Bulog Sub-Divre II Bima, Raswan Setiawan, Senin (8/9), mengatakan putusan baru-baru ini memang ada penambahan bagi NTB sebanyak 17.000 ton. Penambahan kuantum Raskin, untuk Kabupaten Bima 1.573 ton (107.813 slug) dari pagu semula 7.605 (522.321 slug) menjadi 9.179 ton (629.129 slug). Penambahan pagu raskin untuk Kota Bima, sebanyak 290 ton (19.876 slug), dari semula 1.402 ton (96.093 slug) menjadi 1.692 ton (115.969 slug).
Dijelaskan Raswan, dari 10 bulan yang ditetapkan itu, lima bulan pertama realisasi Raskin untuk masing-masing RTS sebesar 20 kg, sedangkan lima bulan berikutnya 15 kg/RTM. Untuk Kota Bima, kuantum 15/RTM dimulai September, sedangkan bagi Kabupaten Bima mulai diterapkan Oktober mendatang. “Realisasi untuk kota Bima tahap pertama dari Januari hingga April, tahap ke dua Juni, Juli dan Agustus, sedangkan untuk September belum,” ujarnya.
Realisasi tahap pertama Raskni di Kabupaten Bima, kata Raswan, mulai Januari hingga Maret, tahap kedua Juni hingga Agustus. Khusus April, bagi Kabupaten Bima Raskin tidak disalurkan, karena saat itu petani sedang panen.
Kendati sudah ada penentuan kuantum bagi/RTM, kata dia, namun tidak menutup kemungkinan ada pengurangan. Hal itu dapat terjadi bila ada kesepakatan masing-masing pihak, antara masyarakat dengan pihak kelurahan atau RT, sehingga tidak muncul protes atau persoalan kemudian. Untuk mengatasi kemungkinan terjadi protes atau hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Devri Bulog menyosialiasikan kepada masyarakat. “Kami juga sudah bersurat kepada pemerintah,” ujarnya.
Diperkirakan ada peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap beras, namun stok beras Bulog masih aman. Saat untuk stok beras tercatat 6.100 ton (418.094 slug). Gabah 13.295 ton (911.240 slug). “Kebutuhan kita hingga akhir tahun hanya sekitar separuh dari stok,” ujarnya.
Kepastian amanya stok beras itu, katanya, merujuk stok pangan nasional. Dimana sejak dua tahun teakhir pemerintah pusat tidak mengimpor beras dari luar. Tujuannya selain untuk memberdayakan petani dalam negeri, juga karena stok pangan dalam negeri mencukupi kebutuhan.
Sebelumnya, Perum Bulog Divre NTB menyiapkan penambahan 17.027 Raskin bagi RTM seluruh kota/kabupaten di NTB menyusul keputusan penambahan dua bulan pembayaran Raskin oleh pemerintah pusat. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















.......... TUNTAS bErSIh kOOrUpSSiiii...
Ini yang benar,, apa yang menjadi ket...
Pak Umar Hasan berani berdasarkan buk...
Akhirnya terjawab sudah isu politik y...