Masyarakat Kabupaten Dompu mulai sekarang hingga satu tahun ke depan tidak perlu kuatir kekurangan padi dan beras. Saat ini, persediaan padi dan beras oleh Bulog Sub-Divre Dompu mencapai 4.047 ton. Beras masih tersedia 3.340 ton. Kenyataan itu diakui Kepala Bulog Sub-Divre Dompu, Iye Ahmad, Senin (18/5).
Saat ini, katanya, di Bulog Dompu tersedia padi dan beras untuk kebutuhan warga hingga akhir tahun, bahkan mungkin sampai tahun depan. “Warga Dompu tidak perlu kuatir kekurangan beras dan padi,” ujarnya.
Katanya, beras hasil pertanian di Dompu saja sampai saat ini tetap diminta oleh pihak luar daerah seperti Lombok, Bali, dan Jawa. Dua hari ke depan, akan mengirim lagi beras untuk yang kedua kalinya ke wilayah Kupang, NTT, sebanyak 7.000 ton.
Mengenai keluhan warga atau petani karena banyaknya pedagang dari luar daerah yang membeli padi di Dompu, menurut Iye, bisnis beras telah masuk dalam perdagangan bebas, sehingga siapa saja yang memiliki dana untuk membeli tidak masalah. Sebab, jika banyak pedagang atau pengusaha yang mengelaim gabah banyak dibeli dan membawa keluar dari Dompu, hal itu dilakukan agar petani pada saat panen tidak merugi dengan fluktuasi harga gabah.
Di samping itu, katanya, hal itu terjadi karena petani menguatirkan padinya tidak lakunya. “Jika padi yang mereka panen itu tidak dijual cepat akan rusak,” ujarnya.
Biasanya, katanya, yang berani membeli gabah petani di Dompu adalah Kabupaten Sumbawa, lantaran memiliki mesin pengering padi dalam waktu cepat. Tidak seperti pengusaha Dompu yang belum memiliki apa-apa. Sampai saat ini pihak Bulog Dompu memiliki enam mitra kerja bisnis yang siap membeli gabah petani dan kemudian dibawa untuk dijual lagi ke pihak Bulog. (BE.15)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















Kanti Petani Brang Ene (yang saya yak...
Dimana-mana, secara berulang-ulang in...
Keliruh kalau Aman menang 70%, karena...
basama lanjut moperso tau ka itan sam...
Komentar seperti itu harusnya dilakuk...